Suara.com - Klaim adanya mahar Rp 500 juta menjadi alasan seorang Wakil Ketua Demokrat di Jawa Barat atau Jabar mengundurkan diri dari partai yang diketuai oleh Agus Harimurti Yudhoyono itu.
Lantaran mengaku diminta uang setengah miliar Rupiah tersebut, sosok kader Demokrat terbaik tersebut rela mengakhiri kariernya di partai.
Kini, pihak internal partai langsung memberi tanggapan usai kabar tersebut menjadi bola panas. Lantas, bagaimana fakta sebenarnya?
Kronologi pengakuan Wakil Ketua Demokrat Jabar diminta mahar Rp500 juta
Sempat beredar bahwa seorang Wakil Ketua Demokrat Jabar diminta mahar politik senilai Rp500 juta kala penjaringan dan pendaftaran caleg provinsi dimulai.
Kala itu, sosok kader Demokrat itu mengaku diminta uang jutaan Rupiah sebagai kontribusi. Adapun setiap kandidat calon legislatif sempat mengisi formulir pernyataan di Kantor DPD Partat Demokrat Jabar.
Usut punya usut ada poin pernyataan yang menyatakan kesiapan untuk membayar uang yang awalnya senilai Rp32.500.000 atau Rp32,5 juta. Kader tersebut awalnya mengaku dirinya tak keberatan dengan kontribusi sebesar itu.
Namun setelah menyetorkan surat pernyataan, ia dihubungi oleh bendahara partai pada Selasa (2/5/2023) untuk membayar uang kontribusi senilai Rp500 juta.
Sontak, hal tersebut membuat si kader muak dan mengundurkan diri.
Baca Juga: Benny Demokrat Tuding Jokowi Cawe-cawe, Gerindra: Tidak Ada Arahan dari Presiden Bentuk Koalisi
Mahar untuk mengamankan nomor caleg
Si kader dalam keterangannya, Selasa (9/5/2023) menyebutkan uang mahar tersebut diperuntukan agar seorang bakal caleg dapat mengamankan nomor saat maju di Pemilihan Umum atau Pemilu.
Adapun uang tersebut ditawarkan agar si kader mendapat nomor urut 1 di dapil 15 Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.
Ini sosok Wakil Ketua Demokrat Jabar
Usut punya usut, sosok Wakil Ketua Demokrat Jabar tersebut adalah Didin Supriadin.
Didin merupakan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat, sebagaimana yang dikutip dari laman resmi DPRD Jabar.
Berita Terkait
-
Benny Demokrat Tuding Jokowi Cawe-cawe, Gerindra: Tidak Ada Arahan dari Presiden Bentuk Koalisi
-
Soal Demokrat Moeldoko Vs AHY, Pakar Duga 'Istana' Terlibat dengan Misi Gagalkan Anies Nyapres
-
Sebut Anies Tidak Akan 'Dipotong' Habis jelang Pilpres, Elite PDIP: Jokowi Tidak Setega Itu
-
Elite Demokrat Tuding Jokowi Kumandangkan Perang Gegara Dicap Cawe-cawe Urusan Pilpres, PKB: Ngeri, Perang sama Siapa?
-
Tuding Jokowi Kumandangkan Perang Jelang Pilpres, KSP Balas Benny K Harman Demokrat: Jangan Baperan Kalau Gak Diajak!
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!
-
Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack
-
Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi
-
Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel
-
Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!
-
Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur