Suara.com - Seiring perkembangan zaman, pertumbuhan musik semakin pesat di tengah masyarakat dengan berbagai genre musik seperto rock, pop, blues, jazz, rap, country, reggae, dan berbagai genre musik lainnya yang tercipta dari kebudayaan Indonesia. Lantas, bagaimana hukum datang ke konser musik menurut pandangan Islam?
Di Indonesia, konser dengan berbagai genre musik pun sering diselenggarakan. Bahkan pendapat ulama ada yang mengharamkan alat musik itu sendiri. Untuk mengetahui hukum datang ke konser musik, simak berikut ini penjelasan Habib Muhammad Muthohar.
Mengenai hukum datang ke konser, Habib Muhammad Muthohar menjelaskan dalam kajiannya yang diunggah dalam kanal YouTube NU pada tanggal 22 Oktober 2022.
Dalam kajiannya, Habib Muhammad Muthohar menyampaikan, dalam kitabnya Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ada berbagai alat musik yang diharamkan.
Suatu saat ada salah satu habaib, di Kota Mekah sana yang bernama habib Abdullah bin Muhammad Al Idrus. Beliau hadir di suatu acara yang menghadirkan penampilan musik gambus. Dalam acara tersebut hadir juga Ibnu Hajar.
Dikisahkan bahwa Ibnu Hajar ini memang menyukai berbagai musik. Saat musik gambus ditampilkan, Ibnu Hajar dan Abdullah bin Muhammad Al Idrus berjoget dengan bertepuk tangan.
Para santri yang hadir di acara tersebut merasa kaget dan heran melihat Ibnu Hajar berjoget dan bertepuk tangan saat mendengar musik gambus. Pasalnya, Ibnu Hajar ini baru saja merilis baku atau kitab yang membahas tentang musik-musik yang diharamkan.
"Abdullah bin Muhammad Al Idrus tepuk tangan, Ibnu Hajar ikut tepuk tangan. Santrine heran, lho, kan ya mungkin domblong santrine. Lah ini kitabnya memfatwakan haram, tapi kok ini prilakunya malah tidak mencerminkan isi kitabnya begitu, isi karya," jelas Habib Muhammad Muthohar.
Habib Muhammad Muthohar kembali menuturkan, sepulang dari acara tersebut, para santrinya itu bertanya kepada Ibnu Hajar kenapa tadi asyik ikut tepuk tangan mendengar musik, padahal dalam kitab yang dituliskan difatwakan bahwa musik itu haram.
Baca Juga: Selain Tiket dan Ponsel, Ini 6 Barang Esensial Buat Nonton Konser
Mendengar pertanyaan para santrinya itu, Ibnu Hajar kemudian menjawab bahwa ketika Ia melihat Abdullah bin Muhammad Al Idrus bertepuk tangan, ia seolah melihat tembok, tiang, dan segala isinya juga ikut bertepuk tangan, ikut berdendang.
Melihat yang demikian itu, Ibnu Hajar pun ikut bertepuk tangan karena semua alam semesta juga seolah bertepuk tangan mendengarkan musik tersebut.
Dalam kajiannya, Habib Muhammad Muthohar juga menerangkan bahwa hukum menghadiri acara yang di dalamnya terdapat musik yang diharamkan oleh ulama.
"Alat musik ini ada 5 hukumnya, bisa wajib, bisa sunnah, bisa mubah, bisa makruh, dan bisa haram, tergantung untuk apa musik itu," terang Habib Muhammad Muthohar
"Bagaimana jika menghadiri acara musik yang mana ada seorang ulama yang mengharamkannya, selama disitu ada Wali min Auliya illah, yang nanggung acara itu, maka hukumnya gapapa, boleh," terang lagi Habib Muhammad Muthohar.
Demikian ulasan mengenai hukum datang ke konser musik atau acara musik menurut Habib Muhammad Muthohar. Semoga informasi ini bermanfaat!
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Sok Jagoan Pecahkan Mangkok Bakso dan Peras Warga, Preman Tanah Abang Ternyata Lagi Fly Sabu!
-
Kendaraan Listrik Jadi Fokus Transisi Energi, Benarkah Sudah Sepenuhnya Bersih?
-
Iran Incar 17 Raksasa Teknologi AS, Pakar Sebut Konflik Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Global
-
Polisi: Restorative Justice Rismon Belum Diputus, Tunggu Gelar Perkara
-
Profil Liliek Prisbawono Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Pernah Terseret Kontroversi Pemilu dan CPO
-
Andi Rahadian Resmi Jadi Dubes OmanYaman, Siap Ikuti Arahan Pusat di Tengah Isu Selat Hormuz
-
ASN WFH Diawasi Sistem Digital, Menteri PANRB: Bukan Soal Absensi Fisik
-
Pemkot Jakpus Bersihkan Ikan Sapu-sapu Perusak Turap di Kali Cideng
-
Polda Metro Tegaskan WFH Tak Berlaku, Pelayanan Polisi Tetap Berjalan
-
Lukmanul Hakim Puji Keberanian Prabowo Jaga Harga BBM di Tengah Konflik Global: Kita Angkat Topi!