Suara.com - Rangkaian acara Waisak di Borobudur sudah berlangsung sejak 21 Mei 2023, dimulai dengan acara karya Bakti di TMP Seluruh Indonesia. Jadwal lengkap kegiatan Waisak di Borobudur dapat kamu simak di bawah ini.
Waisak merupakan hari raya peringatan hari lahir, pencerahakan, dan kematian sang Budha, Siddharta Gautama. Perayaan puncak Waisak di Borobudur yang juga dikenal sebagai Visakah Puja atau Buddha Purnima di India ini akan jatuh pada tanggal 4 Juni 2023.
Dengan tema "Aktualisasikan ajaran Buddha-Dharma di dalam kehidupan sehari-hari", jadwal lengkap kegiatan Waisak di Borobudur 2023 adalah sebagai berikut.
Jadwal kegiatan waisak di Borobudur 2023
Minggu, 21 Mei 2023 : Karya Bakti di TMP Seluruh Indonesia
Selasa-Rabu, 30-31 Mei 2023 : Bakti sosial pengaobtaan gratis di Pelataran Taman Lumbini, Komplek Candi Agung Borobudur Zona 2.
Jumat, 2 Juni 2023 : Pengambilan api alam dari Mrapen Grobogan dan Disakralkan di Candi Mendut.
Sabtu, 3 Juni 2023 : Pengambilan air berkah dari Umbul Jumprit dan disakralkan di Candi Mendut.
Minggu, 4 Juni 2023 : Prosesi dan detik-detik Waisak 10.41.19 WIB, di Candi Mendut dan Candi Borobudur.
Baca Juga: 5 Tips Bijak Mengikuti Perayaan Waisak di Candi Borobudur, Utamakan Etika
Rundown acara Waisak di Borobudur bisa didownload di sini:
https://www.walubi.or.id/?3d-flip-book=rangkaian-acara-waisak-2567-be-tahun-2023
Di Indonesia, umat Buddha di seluruh wilayah akan melaksanakan tradisi mereka dalam merayakan Waisak, seperti pergi ke kuil dan memberikan beberapa persembahan kepada patung Buddha. Mereka juga memberikan persembahan dalam bentuk bunga. Tradisi ini akan mengingatkan mereka untuk menikmati hidup karena hidup mungkin singkat. Beberapa bagian yang menyenangkan selama Waisak adalah melepaskan lentera cahaya atau lampion dan melakukan meditasi. Lentera cahaya mewakili simbol pencerahan dalam perayaan Waisak.
Ritual berlangsung di candi Budha terbesar di dunia, Candi Borobudur. Ada pra-ritual sebelum yang utama. Pertama, mereka memberkati ritual dua kali menggunakan api dan air abadi. Langkah terakhir adalah Pindapatta; ketika mereka mempersembahkan makanan kepada para biksu di Candi Mendut. Pada malam Waisak, para bhikkhuni dan biksu akan membimbing umat Buddha untuk melafalkan Paritta suci dan Sutra agung sambil membawa alat doa. Setelah itu, mereka akan melepaskan lentera cahaya dengan harapan doa mereka akan terkabul.
Demikian itu informasi jadwal lengkap kegiatan waisak di Borobudur.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
KPK Soroti Pengadaan 105 Ribu Mobil India Mahindra oleh Agrinas: Waspada Praktik Pengondisian
-
Cak Imin Pastikan Bantuan BPJS Tepat Sasaran, Masyarakat Miskin Tetap Bisa Berobat
-
Komisi XII DPR Minta ESDM Hitung Akurat Kebutuhan Energi Ramadan-Lebaran: Jangan Ada Kurang Pasokan
-
Seorang Pemotor Tewas Usai Tertemper Kereta Bandara di Perlintasan Kalideres Jakbar
-
Komisi III DPR Beri Deadline 1 Bulan ke Kapolri, Ambil Alih dan Sikat Habis Oknum Polisi Bermasalah!
-
Sekretaris Eks Mendikbudristek Sebut Nadiem Makarim Larang Rekam Semua Rapat Daring
-
Saksi Sebut Nadiem Makarim Transfer ke 5 Stafsus Pakai Uang Pribadi
-
Bikin Publik Kecewa, Dasco Langsung Minta Pemerintah 'Rem' Rencana Impor 105 Ribu Mobil dari India!
-
Dedi Mulyadi Jemput 13 Korban LC di NTT, Pastikan Proses Hukum Tetap Berlanjut!
-
Soal Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, Ketua Komisi X: Alarm Sosial dan Ujian Komitmen Kebangsaan