Suara.com - Petugas keamanan DPRD DKI Jakarta melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) membentangkan spanduk yang merupakan bagian dari selebrasi Pemprov DKI setelah diumumkan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) DKI Jakarta tahun 2022 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Pengumuman tersebut disampaikan saat rapat paripurna penyampaian hasil LHP oleh BPK berlangsung, Senin (29/5/2023).
Dari pantauan Suara.com, awalnya di lantai dua, ruang paripurna gedung DPRD DKI, terlihat sejumlah ASN sudah menyiapkan spanduk ukuran besar yang akan dibentangkan. Seperti tahun lalu di era eks Gubernur Anies Baswedan spanduk akan dibentangkan ketika BPK mengumumkan DKI mendapatkan opini WTP.
Begitu Anggota V BPK RI Ahmadi Noor Supit menyampaikan Pemprov DKI meraih opini WTP, para ASN beserta anggota DPRD DKI terlihat bersorak. Spanduk yang disiapkan pun terlihat ingin segera dibentangkan. Namun, petugas keamanan langsung datang menghentikan para ASN yang hendak membentangkan spanduk. Para ASN pun mematuhi dan kembali membentangkan spanduk itu.
Sementara, saat era Anies pada tahun lalu pada agenda yang sama, tak ada larangan dari petugas keamanan untuk membentangkan spanduk. Terlihat ada tiga spanduk yang dibentangkan di balkon ruang paripurna saat itu.
Bersamaan dengan itu, Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi serta para wakil, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung memakai syal merarayakan raihan WTP ini.
Syal tersebut berwarna biru dengan tulisan 6 WTP Sukses Jakarta untuk Indonesia dan Jakarta 496 Tahun.
Meski tak dibolehkan, spanduk dibentangkan setelah rapat paripurna ditutup oleh Prasetio. Terlihat spanduk itu bertuliskan "Yes, we did it. WTP Again" dan "Matahari belum terbenam. Saatnya kita bercocok tanam jelang usia 496 Jakarta".
Sebelumnya diberitkan, Pemprov DKI Jakarta kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) DKI Jakarta tahun 2022 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Raihan ini melanjutkan tradisi WTP sejak era eks Gubernur Anies Baswedan.
Baca Juga: Lanjutkan Tradisi Anies, Pemprov DKI Era Heru Budi Kembali Raih Opini WTP dari BPK
Saat Anies memimpin, opini WTP berhasil diraih lima kali berturut-turut sejak tahun 2017. Artinya, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono berhasil mempertahankan opini ini untuk yang keenam kalinya secara beruntun di era kepemimpinannya.
Pemberian opini WTP ini disampaikan oleh Anggota V BPK RI Ahmadi Noor Supit dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI, Senin (29/5/2023). Rapat ini dipimpin oleh Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi beserta para wakilnya dan dihadiri Heru Budi secara langsung.
Dalam laporannya, Ahmadi menyebut pemberian opini WTP berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan BPK, termasuk implementasi atas rencana aksi yang telah dilaksanakan oleh Pemprov DKI.
"BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2022," ujar Ahmadi.
Ia menyebut, pemberian pendapat atau opini atas kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan dengan mendasarkan pada sejumlah hal.
Di antaranya adalah kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, efektivitas sistem pengendalian intern, kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundangundangan; dan kecukupan pengungkapan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar