Suara.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto menyebut beberapa aksi tawuran diduga ada yang dengan sengaja diciptakan untuk mengalihkan transaksi narkoba.
Karyoto mengungkap hal tersebut saat menggelar rembug bersama warga Gang Mayong, Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur pada Selasa (30/5/2023) kemarin malam.
"Di berbagai tempat yang lalu lalu seperti pengalaman saya, memang ada suatu daerah yang membuat kekacauan (tawuran) biar transaksi (narkotika) itu berjalan aman," ungkap Karyoto.
Karyoto mengaku telah memerintahkan jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk melakukan pendalaman. Termasuk mendalami terhadap peristiwa tawuran yang kerap terjadi di Gang Mayong.
"Kami melalu Direktorat Narkotika, Kasat Werse Narkotika harus melihat apakah betul di sini ada peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang," katanya.
Mantan Direktur Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu memerintahkan jajaran Direktorat Reserse Narkoba untuk mengusut tuntas jika memang ditemukan.
"Kalau memang ada (peredaran narkotika), kita tuntaskan kalau memang itu menjadi akar masalah. Kalau akar masalah kita akan bersinergi dengan BNN (Badan Narkotika Nasional), dengan TNI untuk melakukan pembinaan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bawaslu Belum Terima Laporan PPATK soal Aliran Dana Jaringan Narkoba di Pemilu 2024
-
Mantan Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa Dipecat Tidak Hormat dari Polri
-
Kejutan di Rutan Ponorogo: BNN Trenggalek Melakukan Tes Urine Acak, Bagaimana Hasilnya?
-
Jadi Ancaman Warga, Ini Penyebab Wabah Zombie di Amerika Serikat
-
Horor, Zombie Bergentayangan di Philadelphia Akibat Overdosis Xylazine
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard
-
'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara