Suara.com - Presenter berita Brigita Manohara kembali memenuhi panggilan KPK pada Senin, (05/06/2023) kemarin. Pemanggilan Brigita ini berkaitan dengan dugaan keterlibatan dirinya dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oleh Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak.
Sebelumnya, Brigita juga pernah diperiksa soal kasus korupsi yang juga menjerat Ricky.
Sepeninggalnya Brigita dari Gedung Merah Putih KPK, ia sempat mengungkap pertanyaan yang ditanyakan penyidik kepadanya.
"Tadi saya sudah diperiksa, jadi dipanggil untuk memenuhi panggilan dari penyidik untuk kasus tersangka RHP atas dugaan tindak pidana pencucian uang. Saya diperiksa dan ditanyakan sekitar 18 pertanyaan dan mungkin untuk materinya bisa tanya langsung nanti ke penyidik ya," ujar Brigita saat ditemui wartawan usai menghadiri panggilan kemarin.
Keterlibatan presenter cantik ini sendiri masih didalami oleh penyidik KPK. Diduga, Brigita sempat menerima beberapa pemberian dari Ricky sebelum akhirnya diserahkan kembali ke KPK sebagai alat penyidikan.
Brigita sempat mengungkap bahwa pemberian tersebut diberikan Ricky atas apresiasinya terhadap kinerja Brigita sebagai seorang konsultan komunikasi.
Siapa sebenarnya Brigita Manohara? Simak inilah profil dan sepak terjang Brigita Manohara selengkapnya.
Brigita Manohara adalah salah satu presenter TV swasta, TV One yang kerap muncul di layar kaca TV untuk memberikan informasi teraktual yang terjadi di Indonesia maupun mancanegara.
Lulusan sarjana Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh November ini sudah tertarik dengan dunia broadcast sejak masih duduk di bangku kuliah. Ia pernah menjadi presenter di program Pojok Isuk di JTV tahun 2005 lalu. Namun, Brigita sendiri baru mendalami dunia broadcasting usai menyelesaikan pendidikan sebagai Sarjana Hukum dari Universitas Yos Sudarso Surabaya dan Magister Ilmu Hukum Universitas Indonesia.
Baca Juga: KPK Dalami Aliran Dana Korupsi Ricky Ham Pagawak ke Presenter Brigita P Manohara
Saat ini, Brigita diketahui masih tercatat sebagai mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Karir Brigita di dunia broadcasting pun tak perlu diragukan. Ia pernah bekerja di beberapa stasiun televisi dan radio, seperti Indosiar pada tahun 2006-2008, penyiar di Sonora FM pada tahun 2007-2009, dan Metro TV di tahun 2009-2011.
Tak hanya berkecimpung di dunia broadcasting, Brigita pun sempat terjun ke dunia politik saat dirinya mencalonkan diri sebagai calon DPD RI Dapil Jawa Timur fraksi PDIP, namun gagal terpilih. Pasca gagal maju sebagai anggota DPD RI, Brigita pun kini fokus meniti karirnya sebagai presenter di TV One.
Kini, Brigita pun masih menunggu keputusan KPK soal hadiah yang ia terima dari Ricky. Ia pun mengaku siap dipanggil jika memang kesaksiannya diperlukan kembali untuk mengungkap kasus TPPU ini.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
KPK Dalami Aliran Dana Korupsi Ricky Ham Pagawak ke Presenter Brigita P Manohara
-
Presenter Brigita Manohara Kembali Diperiksa KPK Terkait Kasus Ricky Ham Pagawak
-
Akui Terima Rp 480 Juta dari Tersangka Korupsi Ricky Ham Pagawak, Presenter Brigita Manohara: Sudah Dikembalikan
-
Soal Kasus TPPU Bupati Ricky Ham Pagawak, Presenter Brigita Manohara Penuhi Panggilan KPK
-
Presenter Brigita Manohara Kembali Diperiksa Terkait Kasus TPPU Ricky Ham Pagawak
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya