Suara.com - Taylor Swift mengumumkan serangkaian tanggal konser The Eras Tour yang mencakup Jepang, Australia, negara-negara Eropa, hingga Singapura. Wanita kelahiran tahun 1989 itu bahkan akan tampil selama tiga hari di Singapore National Stadium, tepatnya pada 2-4 Maret 2024 mendatang.
Jadwal itu lantas menerima sorotan, terlebih negara di Asia Tenggara. Pasalnya, target konser Taylor Swift hanya Singapura. Para swifties (sebutan penggemar Taylor Swift) di wilayah ASEAN pun merasa kecewa.
Berikut ini lima fakta menarik terkait The Eras Tour di Singapura yang digelar selama tiga hari berikut.
Penjualan Tiket Mulai 5 Juli
Penjualan tiket secara umum diketahui bakal dibuka melalui Ticketmaster pada 7 Juli 2023. Sementara tiket presale untuk pengguna kartu UOB bisa dibeli pada 5 Juli 2023 pukul 09.00 pagi waktu setempat.
Bagi penggemar yang ikut pembelian umum juga disebutkan bisa mendaftar terlebih dulu pada Jumat 23 Juni-28 Juni.
Penggemar yang telah mendaftar akan dipilih melalui sistem undian dan dikirimkan email pada 5 Juli tentang cara akses tiket The Eras Tour secara umum. Tak terkecuali kode akses unik untuk maksimal pembelian empat tiket.
Namun, perlu diingat bahwa menerima konfirmasi pendaftaran serta kode akses tidak menjamin bisa mendapatkan tiket.
Tujuan Konser Satu-satunya di Asia Tenggara
Baca Juga: Indonesia Gak Masuk List, Konser Taylor Swift Digelar di Singapura, Netizen Kecewa
Singapore Sports Hub yang dikelola oleh Kementerian Kebudayaan, Komunitas dan Pemuda Singapura menyebut bahwa Singapore National Stadium menjadi tempat satu-satunya bagi Taylor Swift dalam The Eras Tour di Asia selain Jepang.
Mereka berharap lebih dari 200.000 penggemar dari Singapura dan Asia bisa menghadiri konser tersebut. Dengan kata lain, Singapura juga merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi target konser Taylor Swift.
Belum lagi, The Eras Tour di sana bakal digelar cukup lama yakni selama tiga hari, di mana kesempatan para penggemar bisa menikmati musik sang idola secara langsung bisa lebih banyak.
Dikritik Penggemar di Asia Tenggara Termasuk Indonesia
Konser yang hanya digelar di Singapura, membuat sejumlah penggemar Taylor Swift di Asia Tenggara merasa kecewa. Tak terkecuali warganet Indonesia yang turut mengkritik The Eras Tour digelar selama tiga hari di sana.
Mereka heran mengapa Indonesia dilewat, padahal negeri ini memiliki jumlah Swifties yang bisa dibilang terbanyak di dunia.
Berita Terkait
-
Indonesia Gak Masuk List, Konser Taylor Swift Digelar di Singapura, Netizen Kecewa
-
Virgoun Disindir Fans Saat Konser, Bawa Selebaran Dukung Anak Inara Rusli: Kasihan Starla
-
Wakil ASEAN Babak Belur di Piala Asia U-17: Malaysia dan Laos Tersingkir, Vietnam di Ujung Tanduk
-
Swifties Bersiap, Taylor Swift Umumkan Jadwal Konser Dunianya
-
Berikut 3 Negara ASEAN yang Tak Menang di FIFA Matchday Juni 2023: Indonesia, Singapura dan Kamboja
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z
-
Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
-
Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB
-
Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif
-
Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres