Suara.com - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko membantah tuduhan dirinya menjadi backing-an Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun. Moeldoko justru heran dengan tuduhan yang dilontarkan kepada dirinya. Purnawirawan Jenderal TNI itu pun menegaskan dirinya bukan preman yang mem-backing-i sesuatu.
"Emang preman kok jadi backing?" kata Moeldoko menanggapi tuduhan tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (26/6).
Selain itu, Moeldoko juga meminta pihak yang menyebutnya backing-an Ponpes Al-Zaytun untuk sekolah. Tujuannya yakni agar lebih pintar.
"Itu yang ngomong itu suruh sekolah dulu itu, biar pinter dikit," tambah Moeldoko.
Kedekatan Moeldoko dengan Pimpinan Ponpes Al-Zaytun, Pandji Gumilang diakuinya.
"Emang kenapa? Nggak boleh deket?" tanya Moeldoko.
Kedekatan itu bertujuan untuk komunikasi politik, komunikasi publik, dan lain sebagainya.
"Ya biasa aja (kedekatannya). Kan kita itu harus pandai membangun. Apalagi tugasnya Kepala Staf Presiden (KSP) harus pandai berkomunikasi dengan siapapun. Kan gitu. Konteksnya komunikasi politik, komunikasi publik dan seterusnya." terangnya.
Moeldoko meminta kedekatannya tidak disalah artikan oleh masyarakat. Baginya, seseorang haruslah pandai membangun, terlebih KSP wajib mampu berkomunikasi dengan siapapun.
Baca Juga: Massa FPI Minta Kemenag Cabut Izin Ponpes Al-Zaytun
"Jadi, jangan terus diartikan macam-macam," lanjut Moeldoko.
Sebelumnya, Moeldoko juga pernah memberi ceramah tentang kebangsaan ke Ponpes Al-Zaytun. Meski demikian, Moeldoko tidak mengetahui Ponpes tersebut secara mendetail. Moeldoko hanya menilai dan melihat saat itu norma-norma kebangsaan terlihat dijalankan di dalam pondok tersebut.
"Ya kan kita nggak ngerti apa yang terjadi secara utuh di dalam. Tapi yang saya lihat bahwa norma-norma apa itu, kebangsaan itu berjalan di sana." kata Moeldoko.
Contoh penerapan norma kebangsaan yang diberikan Moeldoko yakni menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Selanjutnya saat ditanya apakah sudah ada komunikasi dengan Pandji Gumilang terkait polemik Ponpes tersebut, Moeldoko menjawab belum ada. Moeldoko juga mengaku tidak memiliki kompetensi untuk melabeli Ponpes itu memiliki ajaran yang menyimpang karena ia bukan ahlinya.
"Kalau ajaran-ajaran yang menyimpang yang tahu kan MUI (Majelis Ulama Indonesia). Mosok Moeldoko. Emang aku siapa?" kata Moeldoko.
Berita Terkait
-
Massa FPI Minta Kemenag Cabut Izin Ponpes Al-Zaytun
-
Demo Bubar Ponpes Al Zaytun di Kantor Mahfud MD, FPI: Panji Gumilang Lebih Parah dari Ahok
-
Usai Kemenag, FPI Geruduk Gedung Kemenko Polhukam Tuntut Bubarkan Ponpes Al-Zaytun dan Tangkap Panji Gumilang
-
Desak Kemenag dan Pemprov Jabar Usut Ponpes Al Zaytun, Kiai Maman PKB: Tidak Ada Istilah, Tidak Bisa Tersentuh
-
Bantah Rumor Liar Bekingi Al Zaytun, Moeldoko: Itu yang Ngomong Suruh Sekolah Dulu Biar Pintar Dikit
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran