Suara.com - Seribuan Warga Negara Indonesia (WNI) lintas profesi yang bekerja di Hongkong menggelar deklarasi dukungan kepada bakal calon Presiden dari PDIP, Ganjar Pranowo. Para WNI yang tergabung dalam Tim Relawan Nasional Persatuan Masyarakat Indonesia - Hongkong ini merupakan pekerja migran, kelompok seni dan budaya hingga mahasiswa.
Mereka datang ke acara deklarai dengan memakai kaos bertuliskan “Kami Bersama Ganjar Pranowo” di Lapangan Victoria Park Causeway Bay Hongkong Minggu (2/7/2023).
Ketua Umum posko perjuangan rakyat (Pospera) Mustar Bonaventura Manurung mengklaim ada sekitar 1.500 WNI yang bergabung dalam deklarasi tersebut.
Dia mengajak para WNI lintas profesi ini untuk memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden pada 2024 mendatang. Ganjar sudah berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.
“Kami berjanji akan setia menjaga Indonesia. Kami berjanji akan setia menjaga Pancasila, menjaga NKRI. Kami berjanji akan memenangkan, memperjuangkan Ganjar Pranowo sebagai presiden Indonesia tahun 2024. Merdeka, Ganjar Pranowo presiden,” ujar Mustar kepada wartawan.
Mustar juga menyebut Ganjar merupakan Bacapres ideal yang memenuhi kriteria masyarakat Indonesia. Pria berambut uban itu memiliki rekam jejak yang baik serta tak bermasalah dengan pelanggaran HAM di masa lalu. Ganjar juga menjunjung tinggi nilai Pancasila dan UUD 1945.
“Sikap nasionalisme Ganjar sudah melekat dan tidak diragukan lagi. Ganjar merawat demokrasi. Merdeka. Ganjar Pranowo Presiden,” ucapnya.
Mustar menambahkan, harapan para WNI di Hongkong agar Ganjar Pranowo memperhatikan dan melindungi para pekerja migran dan keluarganya serta membuka pekerjaan seluas-luasnya apabila mereka kembali ke tanah air pasti terealisasi.
“Sebagai penerus Pak Jokowi, saya sangat yakin Pak Ganjar tetap memperhatikan dan menampung aspirasi dari rakyatnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Hobi Prabowo Subianto, Capres 2024 Suka Berkuda hingga Memelihara Kucing
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas