Suara.com - Budayawan dan cendekiawan muslim Emha Ainun Najib alias Cak Nun (70) dikabarkan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta. Cak Nun disebut sempat mengalami pendarahan otak.
Kabar itu pun telah dibenarkan oleh istri Cak Nun, Novia Kolopaking. Cak Nun langsung dilarikan ke rumah sakit usai tak sadarkan diri sesaat setelah bangun tidur pada Kamis (6/7/2023) pagi kemarin. Intip sosok Cak Nun yang dilarikan ke RS karena pendarahan otak berikut ini.
Profil Cak Nun
Emha Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun memiliki nama lengkap Muhammad Ainun Nadjib. Dia merupakan salah seorang tokoh keagamaan, penyair, serta budayawan yang cukup terkenal.
Cak Nun lahir di Menturo, Sumobito, Jombang, Jawa Timur pada 27 Mei 1953 sehingga kini berusia 70 tahun. Dia terlahir dari pasangan Muhammad Abdul Latief dan Halimah.
Cak Nun adalah anak keempat dari lima belas bersaudara. Ayahnya adalah petani dan tokoh agama alias kyai yang sangat dihormati di Menturo, Sumobito, Jombang.
Pendidikan Cak Nun
Pendidikan Cak Nun diawali dari TK, SD, kemudian lanjut di Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo. Namun dalam perjalanan menempuh pendidikan non formal itu, Cak Nun tak bisa menyelesaikannya karena ada masalah.
Cak Nun kemudian memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP lewat lembaga pendidikan pendidikan yang dimiliki oleh sang ayah sampai kemudian Cak Nun memperoleh ijazah SMP. Dia kemudian melanjutkan ke SMA Muhammadiyah I Yogyakarta dengan jurusan Paspal.
Baca Juga: Emha Ainun Nadjib Dirawat di RS, Ini Kumpulan Quote Cak Nun Tentang Rasa Sakit
Lulus SMA, Cak Nun melanjutkan pendidikan ke Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta di Fakultas Ekonomi. Namun dalam jenjang perkuliahan tersebut dia hanya bisa bertahan selama 4 bulan. Dia tidak melanjutkannya karena pada tahun 1974 mendapat musibah.
Cak Nun juga aktif dalam hal jurnalistik dan penulisan sejak tahun 1973 hingga 1976. Dia sempat menjadi wartawan dan redaktur beberapa rubrik di Harian Masa Kini Yogyakarta, seperti Seni-Budaya, Kriminalitas, dan Universitaria. Selain itu dia pernah menjadi redaktur tamu di Harian Bernas.
Sosok Cak Nun
Cak Nun merupakan tokoh publik yang pernah mengkritik Soeharto secara terbuka. Dia sering menentang langsung pemerintahan Orde Baru.
Perjuangan Cak Nun melawan segala bentuk ketidakadilan Orde Baru memuncak pada tahun 1998. Reformasi 1998 adalah sebuah episode dalam sejarah Republik Indonesia yang melibatkan banyak pihak dan tokoh masyarakat Indonesia.
Jelang runtuhnya pemerintahan Soeharto, Cak Nun adalah salah satu dari 9 tokoh yang diundang ke Istana Merdeka untuk meminta nasihat yang kemudian dijuluki oleh Suharto "Ora dadi Presiden ora Pathèken" (tidak menjadi presiden tak apa-apa).
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Emha Ainun Nadjib Dirawat di RS, Ini Kumpulan Quote Cak Nun Tentang Rasa Sakit
-
Kabar Cak Nun Sakit Trending di Twitter, Istri Ungkap Kondisi Terkini
-
Alami Pendarahan di Otak, Budayawan Cak Nun Dikabarkan Harus Dirawat Intensif
-
Kondisi Cak Nun yang Dirawat di RSUP Sardjito Diungkap Kolega
-
Dirawat Karena Pendarahan Otak, Cak Nun Sudah Sadarkan Diri
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Menimbang Sosok Rais Aam Ideal di Tengah Tantangan Abad Kedua
-
Sentil Kesenjangan Pendidikan, Hafid Abbas: 99,5 Persen Kampus Berkualitas Menumpuk di Jawa
-
Di Balik Gempuran 187 Serangan Siber Per Detik, RUU KKS Dicurigai Bakal Represif
-
Hakim yang Vonis Nadiem Makarim Dilaporkan ke KY, Ada Bukti Rekaman Ketiduran Saat Sidang
-
Polisi Ungkap Peran 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha, Ada Satpam dan Petugas Kebersihan
-
Wamensos Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Wilayah 3T Saat Terima Audiensi DPRD Teluk Wondama
-
Cerita Mahasiswa UI di DPR, Ada Akademisi Dicekal Masuk Kampus Akibat Intervensi Politik
-
Gubsu Bobby Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemprov Sumut Catat Surplus Rp521,494 M