Seorang siswa SMA berinisial FA (17) kabur menjelang hari ijab kabulnya dengan calon istri, MI (16). Peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Mirisnya, posisi FA tersebut pun digantikan oleh kakaknya sendiri, yaitu Ahmad Adzyan.
Pernikahan Ahmad dan MI digelar pada Sabtu (15/7/2023). Pernikahan mereka tetap berlangsung ramai meskipun mempelai laki-laki digantikan oleh sang kakak.
Lantas, seperti apakah fakta-fakta pengantin digantikan kakak gegara kabur jelang akad nikah tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
1. Kabur 3 Hari Menjelang Akad Nikah
Anggota keluarga dari pengantin pria, Linda menyebut FA kabur tiga hari menjelang acara pernikahannya. Pihak keluarga kemudian sepakat menunjuk kakak FA yakni Ahmad untuk menggantikan FA sebagai calon pengantin pria.
Keputusan tersebut juga sudah mendapatkan persetujuan dari keluarga calon pengantin wanita. Hal tersebut dilakukan agar acara pernikahan tetap bisa dilakukan.
2. FA Tak Mau Dinikahkan
Linda menjelaskan, saat ini FA dan MI masih sama-sama duduk di bangku SMA. Saat ingin dinikahkan, FA ternyata tidak setuju sehingga ia memilih kabur 3 hari menjelang pernikahan.
“(FA) masih mau sekolah, dia belum siap (menikah), apalagi baru SMA kelas satu, makanya menjelang hari pernikahan dia kabur,” ujar Linda.
3. Saling Menerima dengan Peristiwa yang Terjadi
Lebih lanjut, Linda menjelaskan bahwa Ahmad berbesar hati mengikuti permintaan dari keluarganya. Ia juga menyebut bahwa kedua belah pihak tampak bahagia saat melangsungkan pernikahan.
“Alhamdulillah, kedua mempelai saling menerima baik laki-laki maupun perempuan. Si kakak ini juga berbesar hati menerima permintaan keluarga. Apalagi semua persiapan (pernikahan) sudah dilakukan,” tutur Linda.
4. Ungkapan Ahmad Saat Gantikan Adiknya
Linda menilai, Ahmad dipilih untuk menggantikan sang adik karena belum mempunyai kekasih. Tak hanya itu, Ahmad juga dipandang mempunyai pemikiran yang lebih dewasa dibandingkan dengan adiknya.
5. Tak Didaftarkan KUA
Berita Terkait
-
Dituding Pria Tak Normal, Saipul Jamil Bongkar Urusan Ranjang dengan Dewi Perssik Sebelum Nikah Hingga Usai Cerai
-
5 Fakta Menarik Kris Dayanti, Pernah Jadi Ikon Barbie Indonesia hingga Menikah Usia Muda di Usia 20 Tahun
-
Spill Malam Pertama Denny Caknan dan Bella Bonita: Baru Ronde 1 Sudah Tidur
-
Pernikahan Beda Agama Resmi Dilarang MA, Warganet: Mending Ngurus Korupsi
-
Jelang Menikah Makin Banyak Ujian, Buya Yahya Jelaskan Cara Bedakan Tanda Berjodoh atau Bukan
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Gerakan Pilah Sampah Jakarta Masih Berproses, Dampaknya Belum Terlihat
-
Kasus Duel Maut WNA Brunei di Blok M Masuk Radar Interpol, Ini Motifnya
-
Skandal Riset AI Kedokteran Demi Travel Grant, MGBKI Desak Audit Total
-
Bandar Abbas Dibombardir, Militer Iran Balas Dendam Serang Dua Pangkalan Udara AS
-
Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal
-
Sok Jagoan di Tol JORR! Pengemudi Ngamuk Pukul Spion Pakai Besi, Polisi Buru Pelaku
-
Duduk Perkara Duel Maut Selebgram Brunei di Blok M: Cuma Gara-gara Ditegur, Nyawa Melayang
-
Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz
-
Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Jabar, Binokasih Mulang Salaka Tandai Pembukaan di Sumedang
-
Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?