Pihak kampus tunggu hasil DNA
Sementara itu, pihak kampus UMY menyatakan masih menunggu hasil tes DNA dari kepolisian. Hal ini demi memastikan bahwa korban mutilasi Sleman merupakan mahasiswa mereka.
Wakil Rektor UMY Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan AIK, Muhammad Faris Al-Fadhat menyampaikan, pihak kampus akan memberikan perhatian penuh dalam kasus ini. Salah satunya dengan memberikan pendampingan pada pihak keluarga korban.
Awal mula terungkap
Sebelumnya, Polda DIY menyebut korban dimutilasi dengan cara dipotong menjadi beberapa bagian. Tak hanya itu, korban juga dikuliti untuk menghilangkan jejak.
Setelah dipotong-potong, bagian tangan dan kaki korban direbus oleh pelaku untuk menghilangkan jejak. Setelah korban dimutilasi, pelaku sempat beristirahat dan potongan korban tidak langsung dibuang.
Salah satu pelaku bahkan sempat melakukan survei lokasi terlebih dahulu guna mencari lokasi untuk membuang potongan tubuh korban.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Baca Juga: 5 Fakta Baru Mahasiswa UMY Korban Mutilasi: Ternyata Sedang Teliti LGBT, Dibunuh Responden?
Berita Terkait
-
5 Fakta Baru Mahasiswa UMY Korban Mutilasi: Ternyata Sedang Teliti LGBT, Dibunuh Responden?
-
Harapan Keluarga Angela di Sidang Tuntutan Pelaku Mutilasi Ecky Listianto: Hilang Nyawa, Dibayar Nyawa
-
Tunggu DNA Korban Mutilasi, UMY Sebut Redho Mahasiswa Berprestasi
-
Misteri Aktivitas Tak Wajar yang Jadi Penyebab Redho Tewas: Berkaitan dengan Komunitas FB
-
Profil Waliyin dan RD: Duo Pelaku Mutilasi Sleman yang Kuliti-Rebus Korban
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Ratusan Taruna Akpol Diterjunkan ke Aceh Tamiang: Bersihkan Jalan hingga Pulihkan Sekolah
-
Pembangunan 104 Sekolah Rakyat Permanen Tertahan: Terkendala Status Lahan!
-
Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Hari Ini, Wilayah Utara Waspada Angin Kencang
-
Dua Kakak Presiden Prabowo Kunjungi Sekolah Rakyat
-
Panduan Lengkap Manajemen Dapodik: Link Baru dan Solusi Kendala Login Server
-
Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT
-
Animo Tinggi, PDIP Minta Kemensos 'Gaspol' Bangun Sekolah Rakyat
-
PSI: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Bukan Jadi Kementerian