Suara.com - Nama Bupati Banyumas Achmad Husein mendadak trending topic di Twitter dan menjadi salah satu tagar pada Rabu (9/8/2023) pagi.
Hal itu disebabkan momen tak terduga yang dialami oleh Achmad Hisein ketika bertanya pada sejumlah mahasiswa baru di Universitas Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Politikus PDI Perjuangan itu bertanya pada mahasiswa baru mengenai siapa Presiden RI berikutnya. Jawabannya tak terduga, karena mahasiswa baru itu menjawab Anies Baswedan.
Sontak momen itu mencuri perhatian warganet. Tak sedikit yang menyebut bupati Achmad terkecoh dengan jawaban mahasiswa baru itu, yang dianggap akan menjawab Ganjar Pranowo.
Lantas seperti apakah sosok Bupati Banyumas Achmad Husein? Berikut ulasannya.
Profil singkat Bupati Banyumas Achmad Husein
Mengintip laman banyumaskab.go.id, diketahui kalau Achmad Husein lahir di Jakarta pada 17 Agustus 1959, dengan begitu kini usianya 64 tahun.
Ia sudah menjadi Bupati Banyumas selama dua periode, sejak 2013.Ketika itu ia terpilih menjadi Bupati bersama wakilnya Budi Setiawan.
Pada 2018, ia kembali mengikuti Pilbup Banyumas dan kembali menang sehingga dua kali menjadi Bupati banyumas.
Baca Juga: Menguat Jadi Cawapres Prabowo Subianto, Gibran: Saya Tegak Lurus PDIP!
Namun ternyata ia telah lebih dari dua periode menjadi pemimpin di Banyumas. Sebelum menjadi bupati, Achmad Husein sempat menjadi Wakil Bupati bersama Bupati Mardjoko.
Sepak terjang sebelum terjun ke politik
Sebelum menjajal dunia politik, Achmas Husein pernah menjabat sebagai Direktur PDAM Banyumas periode 2005-2007.
Masih di PDAM, ia pernah menjabat sebagai Direktur Distribusi di PDAM Surabaya periode 2003 hingga 2005.
Achmad Husein juga pernah menjadi pekerja professional di sejumlah perusahaan, diantaranya sebagai manajer Administrasi di PT Ume Persada pada 2002-2003.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Project Control Manager di PT Thames Pamjaya pada 1999-2002. Lalu sebagai Project Manager di PT Chiyoda Internasional periode 1990-1999.
Berita Terkait
-
Terkait Kasus Korupsi di Basarnas, Kepala Baguna PDIP Max Ruland Boseke Dicekal KPK Keluar Negeri
-
Puan Pastikan Tak Ada Pembahasan Koalisi Saat Hadiri Ulang Tahun AHY, Tapi Berikan Sinyal Bakal Bertemu Kembali
-
Maba UIN Surakarta Diminta Daftar Pinjol, Panitia PBAK Terancam DO
-
Menguat Jadi Cawapres Prabowo Subianto, Gibran: Saya Tegak Lurus PDIP!
-
Puan Maharani Berikan Kado Spesial untuk AHY yang Berulang Tahun ke-45
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik, Mengapa DPR Menolak APBN Menanggung Ongkos Jemaah?
-
IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut
-
Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
-
Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung
-
Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz
-
Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung