Suara.com - Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 78 tahun, Arya Noble Group bekerjasama dengan ERHA Acne Center dan ERHA Acne Act menyelenggarakan kegiatan Berkarya Bercerita edisi Kemerdekaan di SD Dinamika Bekasi.
Diikuti oleh lebih dari 350 siswa jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah dasar, Berkarya Bercerita edisi Kemerdekaan diawali dengan kegiatan upacara bendera yang dilajutkan dengan edukasi pemilahan sampah untuk anak-anak dan berbagai perlombaan kreatif lainya. Selain itu, Berkarya Bercerita juga kembali mengundang relawan ERHA dan anggota Komunitas Acne-Free Universe untuk dapat berinteraksi langsung dengan siswa sebagai fasilitator kegiatan.
Acne-Free Universe by ERHA Acne Center merupakan bentuk dukungan ERHA Acne Center secara fungsional dan emosional bagi para penderita jerawat, khususnya remaja di Indonesia untuk bersama berjuang melawan jerawat. Komunitas ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi bagi acne warrior untuk membangun koneksi dan berbagi solusi serta tips and trick penanganan jerawat melalui grup daring eksklusif dan berbagai aktivitas menyenangkan.
Acne-Free Universe juga merupakan komunitas jerawat pertama di Indonesia yang masing-masing kelompoknya dipimpin oleh Acne-Free Captain yang merupakan para acne influencers yang secara rutin melakukan aktivitas untuk mendukung penyembuhan jerawat.
Kepala Sekolah SD Dinamika Bekasi, Nasrudin menyebut, peringatan Hari Kemerdekaan RI kali ini sangat berbeda bagi siswa. Mereka dengan antusias menyambut kegiatan Berkarya Bercerita edisi Kemerdekaan, bahkan sejak acara ini diumumkan.
"Pihak sekolah sekali lagi mengucapkan terima kasih banyak atas partisipasi ERHA dalam memajukan kemampuan literasi dan jiwa nasionalisme siswa melalui kegiatan ini," ujar Nasrudin.
Sementara itu, Chief Corporate Affairs Officer Arya Noble Group, Induk Usaha ERHA, Andreas Bayu Aji mengatakan, semangat nasionalisme menjadi salah satu elemen krusial pembentuk karakter siswa yang harus dipupuk sejak dini. Pengetahuan setinggi apapun menjadi sia-sia ketika siswa tidak memiliki karakter dan jiwa nasionalisme yang baik.
"Kami harap Berkarya Bercerita edisi Kemerdekaan ini dapat menjadi kegiatan yang tidak hanya menghibur namun juga pengingat bagi kita semua untuk terus menyalakan semangat belajar dan nasionalisme dalam diri para calon generasi penerus,” ujarnya.
Diketahui, akses pendidikan dan kemampuan ekonomi merupakan dua faktor dasar yang masih menjadi masalah bagi negara berkembang seperti Indonesia. Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada Juni 2023 menyatakan sepanjang tahun ajaran 2022/2023 tercatat angka putus sekolah di Indonesia dari semua jenjang mencapai 76.834 siswa. Bahkan angka putus sekolah tingkat SD menduduki posisi tertinggi hingga mencapai 40,623 kasus. Kondisi ekonomi orang tua lantas menjadi salah satu faktor pendukung anak putus sekolah.
Baca Juga: Anies Baswedan Ikut Rangkaian Lomba 17 Agustus, Tumbang saat Main Gebuk Bantal
Pada beberapa kasus, orang tua cenderung mendukung anak untuk bekerja dan menghasilkan uang, dibanding harus belajar dan menghabiskan waktu lebih lama di sekolah. Jika tidak ditangani, maka hal ini akan tumbuh menjadi kondisi yang tidak ideal bagi anak untuk dapat tumbuh dan berkembang.
Untuk itu, sejak tahun tahun 2017 secara aktif, Arya Noble Group, induk perusahaan ERHA, membangun taman baca anak di berbagai kota di Indonesia. Hadir di tujuh kota sepanjang Pulau Jawa, Taman Baca Jendela Dunia diharapkan dapat memberikan akses bagi anak-anak kurang beruntung dan terancam putus sekolah terhadap fasilitas pendidikan dengan lebih mudah dan menyenangkan. Melalui berbagai program pemberdayaan dan peningkatan literasi, diharapkan anak-anak kembali memiliki semangat dan mimpi yang lebih tinggi untuk memperbaiki kualitas dan taraf kehidupan dirinya serta keluarganya melalui proses pembelajaran yang baik.
Salah satu Taman Baca Jendela Dunia terdapat di SD Dinamika Bekasi yang terletak tepat di dalam area Tempat Pembuangan Sampah Akhir Bantargebang. Sejak dibangun, taman baca ini telah mengakomodir hampir 60% anak pemulung untuk mendapatkan akses terhadap pendidikan yang lebih baik melalui penyediaan fasilitas belajar terbaru, kegiatan sosial yang dilakukan bersama relawan, hingga program peningkatan literasi yang Bertajuk Berkarya Bercerita.
Andreas menambahkan, Berkarya Bercerita menjadi program literasi unggulan yang diusung Arya Noble Group untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. Melalui berbagai program: menabung buku, pemberdayaan penjaga taman baca, hingga keterlibatan relawan dalam berbagai kegiatan sosial di Taman Baca Jendela Dunia menjadi wujud komitmen Arya Noble Group dalam memberikan akses pendidikan yang kayak bagi seluruh siswa di Indonesia.
Berita Terkait
-
Rayakan HUT RI-78, Kibarkan Bendera Sambil Berkeliling Naik Sepeda Onthel
-
Pembawa Baki Bendera Lilly Wenda Tetap Fokus Meski Sepatu Lepas Tuai Pujian
-
Nonton Perayaan HUT RI ke-78 di Depan Istana Merdeka, Warga Amerika Ini Terkagum-kagum dengan Kirab Budaya
-
Pertunjukkan Video Mapping Air Mancur Bundaran HI Sambut Hari Kemerdekaan
-
Kenapa Detik-Detik Proklamasi Selalu Dilakukan Pukul 10.00 WIB?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Bukan Rugikan Negara Rp2,9 T, Pertamina Justru Untung Rp17 T dari Sewa Terminal BBM Milik PT OTM
-
Sidang Hadirkan Saksi Mahkota, Pengacara Kerry: Tidak Ada Pengaturan Penyewaan Kapal oleh Pertamina
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan