Kasus bayi yang tertukar di Bogor tepatnya di Rumah Sakit Sentosa membuat heboh belakangan ini. Saat ini, kedua keluarga bayi tertukar berencana menempuh jalur hukum terhadap pihak Rumah Sakit (RS) Sentosa Bogor setelah bayi tersebut terbukti dinyatakan tertukar.
Suara.com - Sementara itu, pihak RS Sentosa Bogor juga mengakui bahwa ada kelalaian pegawainya sampai terjadi peristiwa bayi tertukar. Oleh karenanya, pihak RS Sentosa Bogor memberikan sanksi tegas kepada oknum tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan sehingga ada kasus bayi tertukar.
Pihak RS Sentosa Bogor pun sudah melayangkan permohonan maaf kepada kedua keluarga atas peristiwa bayi tertukar tersebut. RS Sentosa pun saat ini menjadi sorotan publik setelah disebut harus bertanggung jawab atas kasus tersebut. Lantas, siapakah pemilik RS Sentosa? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Pemilik RS Sentosa
Rumah Sakit Sentosa (RS Sentosa) merupakan sebuah rumah sakit yang ada di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Melansir dari laman resmi web rumah sakit, RS Sentosa mulanya merupakan Rumah Bersalin Sentosa yang didirikan pada tanggal 11 Agustus 2007 di bawah naungan Yayasan Sentosa. Saat ini, RS Sentosa berubah menjadi PT. Pelita Medika Sentosa seiring dengan adanya perubahan menjadi rumah sakit.
Adapun pemilik Pelita Medika Sentosa adalah Frits M Rumintjap. Ia juga merupakan Komisaris Utama PT Pelita Medika Sentosa. Pemilik nama lengkap Frits yaitu Friedrich M Rumintjap tersebut lahir di Makassar pada 13 Mei 1960 dan saat ini juga menjadi dokter spesialis.
Tak hanya menjadi dokter ia juga ternyata merupakan purnawirawan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Kolonel (Purnawirawan). Dokter spesialis yang lebih akrab dengan sapaan Frits ini diketahui merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.
Untuk diketahui, kedua pihak keluarga bayi yang tertukar di Bogor sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Saat ini, kedua belah pihak keluarga bersiap mengambil langkah hukum pada pihak Rumah Sakit (RS) Sentosa atas tertukarnya bayi mereka.
Pengacara salah satu korban Siti Mauliah (37), Rusdy Ridho menjelaskan bahwa pihaknya sudah mempertimbangkan untuk membuat laporan polisi terhadap rumah sakit. Hal tersebut karena menurutnya unsur pidana dalam peristiwa itu sudahlah jelas.
“Jadi yang diperjelas adalah kami sebagai korban antara Ibu D dan Ibu S. Bukan kesepakatan kami dengan pihak RS. Jadi langkah-langkah hukum kedepannya pasti kami akan ambil antara kami dari kuasa para korban untuk melakukan upaya hukum terhadap RS Sentosa,” ujar Rusdy Ridho.
Di sisi lain, pengacara Ibu D, pihak korban yang lain, Binsar Aritonang menjelaskan kondisi kliennya saat mendengar hasil tes DNA. Ia menyebut Ibu D sempat syok tetapi menerima hasil tes DNA yang menyatakan 99,99 persen bayinya tertukar.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Sudah Periksa Perawat dan Bidan, Polisi Bakal Sampaikan Penanganan Kasus Bayi Tertukar di RS Sentosa Bogor
-
Episode Kasus RS Sentosa Bogor, Dua Bayi Telah Temukan Orang Tua Aslinya
-
Butuh Waktu Sebulan, Bagaimana Proses Pengembalian Bayi Tertukar ke Orang Tua Kandung?
-
Profil Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, Terharu Usai Ungkap Hasil DNA Bayi Tertukar
-
Sosok Pemilik RS Sentosa Bogor Tempat 2 Bayi Tertukar, Ternyata Kader Partai NasDem
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT