Suara.com - Tim Wedding Organizer (WO) yang menjadi biang kerok kebakaran savana Gunung Bromo ternyata tak memiliki Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi).
Diketahui, polisi telah mengamankan beberapa tim WO tersebut dan pasangan pasutri yang menggelar sesi foto prewedding di savana Gunung Bromo alias Bukit Teletubbies.
Selain tak mengantongi izin, mereka juga menyalakan flare yang notabene menjadi risiko kebakaran terutama di area rerumputan seperti savana Gunung Bromo.
Lantas, berapa biaya surat izin SIMAKSI yang luput dari para tim WO?
Biaya surat izin SIMAKSI ternyata tak mahal
Cukup disayangkan para tim WO tak menyiapkan surat izin SIMAKSI sebelum masuk ke kawasan savana Gunung Bromo.
Sebab, biaya untuk mengurus surat izin SIMAKSI cukup terjangkau.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani kepada wartawan, Sabtu (9/9/2023) merinici biaya pengurusan surat izin SIMAKSI.
Septi membeberkan bahwa SIMAKSI untuk kebutuhan prewedding, dibanderol dengan harga Rp 250 ribu, di luar tiket masuk per orang sebesar Rp 29 ribu weekday dan Rp 34 ribu untuk weekend.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Konsep Foto Prewedding di Bromo Keren, Tak Perlu Pakai Flare
Informasi terkait SIMAKSI tersebut juga dapat diakses publik kala melakukan pemesanan tiket masuk Gunung Bromo via situs online.
Situs yang sama juga memaparkan beberapa peraturan yang ditentukan ketika melakukan pembelian tiket. Terlampir peeraturan dan larangan yang harus ditaati dalam situs tersebut.
Tak bawa SIMAKSI sebelum masuk Bukit Teletubbies, Tim WO dipenjara
Fakta bahwa Tim WO tak mengantongi SIMAKSI diungkap oleh Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana.
Satu orang dari Tim WO yakni manajer berinisial AW (41) akhirnya ditetapkan menjadi tersangka.
"Tersangka ini selain memenuhi unsur pidana dan 2 alat bukti, ternyata yang bersangkutan juga tidak melengkapi rombongan itu dengan izin atau simaksi ke TNBTS," ujar Wisnu di Polres Probolinggo, Kamis (7/9/2023).
Berita Terkait
-
Segini Tingkat Keparahan Kebakaran Bromo Akibat Flare Prewedding
-
Cara Menuju Bukit Teletubbies Gunung Bromo, Savana Indah yang Terlalap Api Akibat Prewedding
-
Segini Tarif Photo Prewedding di Gunung Bromo
-
4 Rekomendasi Konsep Foto Prewedding di Bromo Keren, Tak Perlu Pakai Flare
-
Profil dan Biodata Andrie Wibowo Eka Wardhana, Manajer WO Bakar Flare di Bromo yang Jadi Tersangka
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK