"Tidak ada itu (penganiayaan), sebaliknya kalau ada kejadian pada malam Jumat itu, karena pimpinan menegur anak buah yang membuat pelanggaran. Tidak ada saya tonjok, tapi kalau ada laporan dugaan penganiayaan itu versi masing-masing," kata Kombes Wawan di Sulawesi Utara pada Rabu (27/9/2023).
Meski begitu, Kombes Wawan mengaku telah meminta maaf secara pribadi kepada Aiptu Jufry. Namun menurut dia, kejadian ini sebuah teguran pendisplinan kepada anak buah.
Gegara telepon dari Jakarta
Kombes Wawan juga mengaku bahwa dia menegur Aiptu Jufry karena membuat pelanggaran. Disebutkan awalnya dia dihubungi oleh rekan sesama anggota polisi dari Jakarta melalui telepon.
Dalam percakapan telepon itu disebutkan bahwa keluarga polisi merasa diganggu oknum anggota Polresta Manado. Bahkan dikatakan bahwa keluarga pemilik toko sudah ketakutan atas hal itu.
Kombes Wawan lalu meminta piket Provost untuk ke lokasi memastikan kejadian. Dia juga menelepon pemilik toko menggunakan video call dan meminta menyambungkan ke anggota polresta Manado yang bertanggung jawab.
Namun telepon tersebut tiba-tiba dirampas seseorang dan dimatikan. Kombes Wawan menghubungi kembali nomor pemilik toko hingga beberapa kali tapi tidak ada jawaban. Saat itulah dia memutuskan untuk menuju TKP tanpa mengenakan pakaian dinas.
Sesampainya di toko mainan, Kombes Wawan menanyakan anggota yang merampas ponsel pemilik toko SGP Toys. Kemudian dia menarik anggota tersebut yang tak lain adalah Aiptu Jufry untuk dinasehati.
Kombes Wawan berdalih hanya melakukan pembinaan pada bawahannya. Ia menegaskan tidak melakukan pemukulan maupun penginjakan.
Baca Juga: Pelaku Bully di Cilacap Masih Pelajar, Polisi Tangani Sesuai Hukum Anak
Bakal ada penyelidikan
Setelah kejadian itu, Aiptu Jufry langsung melaporkan Kombes Wawan ke Mapolda Sulut. Laporan polisi dilayangkan pada Sabtu (23/9/2023). Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Boedi mengatakan jajarannya akan segera melakukan penyelidikan.
Selain itu, Kapolda Sulut menegaskan akan melakukan penyelidikan kasus tersebut secara profesional sehingga perkara ini jadi terang benderang.
Kapolda Sulut sesalkan kejadian polisi hajar polisi
Irjen Setyo tak memungkiri dia sangat menyesalkan adanya peristiwa yang terjadi antara Kombes Wawan dengan Aiptu Jufry. Kekinian pihaknya telah meminta informasi penjelasan dari pihak terkait untuk mengetahui duduk perkara yang ada.
"Ini terjadi antara satu oknum dan oknum lain, jadi tidak ada keterlibatan banyak pihak. Tentu ini sangat disesalkan. Kami berharap agar peristiwa ini tidak terulang. Tentunya semua akan diselesaikan sesuai aturan berlaku," ungkap Irjen Setyo.
DPR minta Kapolda Sulut bertindak tegas
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni memberi reaksi keras terhadap kasus polisi aniaya sesama polisi di Sulut. Menurut politikus NasDem ini, Kapolda Sulut harus turun tangan untuk menindak tegas pelaku dalam kasus penganiayaan sesama polisi tersebut.
Menurut Sahroni, masyarakat menilai berdasarkan apa yang terlihat dalam rekaman CCTV. Dalam rekaman yang viral itu terlihat jelas terdapat aksi kekerasan yang dimulai oleh salah satu pihak.
"Dari CCTV, masyarakat melihat betul ada aksi pemukulan. Jadi mau alasan (pemukulan) itu untuk dibina atau apapun, tetap saja aksi kekerasan tidak bisa ditolerir begitu saja," ucap Sahroni di Jakarta pada Rabu (27/8/2023).
"Kalau sudah seperti ini, diselesaikan mau seperti apa? Tentu harus tegas karena ini jelas ada unsur pidananya, Jadi jangan diselesaikan secara damai," sambung dia.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Pelaku Bully di Cilacap Masih Pelajar, Polisi Tangani Sesuai Hukum Anak
-
Pelaku Pembacokan Guru MA di Demak Ditangkap Polisi, Orang Tua: Yang Beli Beras Buat Aku Siapa?
-
Lolly Ternyata di Kantor Polisi karena Dilaporkan oleh Eda: Jadi Drama, Aku Berusaha Menutup Semuanya
-
Viral Korban Begal di Bandung Dimintai Uang oleh Oknum Polisi, Propam Turun Tangan
-
Suaminya Polisi Tunanetra, Kisah Linda Ibu Bhayangkari Banting Tulang jadi Cleaning Service saat Hamil Tua
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas