Suara.com - Sabtu (7/10/2023) adalah hari Sabat Yahudi. Waktunya keluarga Israel bersiap untuk berkumpul menghabiskan waktu bersama di rumah atau Sinagog.
Namun siapa nyana, ketika fajar menyingsing, di saat kebanyakan warga membuka mata dari tidurnya, sejumlah roket tiba-tiba jatuh menghujani wilayah Israel. Semua kepala kaget, sudah lama sekali ada serangan sebesar itu.
Selama bertahun-tahun, Israel telah mengembangkan militernya, termasuk kekuatan penahan gempuran dan serangan. Mereka memperkuat sistem pertahanan di perbatasan antara wilayah, terutama di wilayah Palestina di Gaza.
Namun serangan roket di pagi Sabtu itu menandakan bahwa penghalang itu telah bobol.
BBC News dalam laporannya menyatakan, telah menganalisis rekaman yang diambil oleh kelompok milisi dan warga sipil untuk mengetahui bagaimana Hamas mengoordinasikan serangan paling kompleks yang mereka lakukan di Gaza.
Hujan Roket Di Israel
Sabtu pagi pukul 06.30 waktu setempat, roket mulai menghujani kota. Kelompok milisi Hamas - yang menguasai Gaza dan ditetapkan sebagai kelompok teroris di Inggris dan negara lain di seluruh dunia - sering menggunakan taktik ini.
Roket-roket itu sering kali kesulitan menghindari sistem pertahanan 'Kubah Besi' yang canggih milik Israel - namun ribuan roket ditembakkan dalam waktu singkat untuk melumpuhkannya.
Skala serangan ini menunjukkan perencanaan yang matang selama berbulan-bulan. Hamas mengatakan, pihaknya menembakkan 5.000 peluru pada gelombang pertama (Israel mengatakan jumlahnya setengah dari jumlah tersebut).
Baca Juga: Kisah Orang Terkaya Palestina: Berjuang Lawan Israel, Dedikasikan Hidup Dan Kekayaan Di Gaza
Sirene serangan udara mulai terdengar meraung-raung hingga Tel Aviv - sekitar 60 km dari Gaza - dan Yerusalem barat. Asap tampak membubung di atas kota-kota yang terkena serangan roket secara langsung.
Ketika roket terus menerus diluncurkan, kelompok milisi berkumpul di tempat yang mereka rencanakan untuk menembus perbatasan Gaza yang dijaga ketat.
Meskipun Israel menarik pasukan dan pemukimnya keluar dari Gaza pada 2005 silam, Israel masih mengontrol wilayah udara, perbatasan dan garis pantai.
Selain patroli militer rutin di sekeliling perimeter - yang berupa tembok beton di beberapa tempat dan pagar di tempat lain - terdapat juga jaringan kamera dan sensor untuk mencegah serangan.
Namun dalam beberapa jam, penghalang itu telah ditembus berulang kali.
Bagaimana Hamas Menembus Perbatasan?
Berita Terkait
-
Kisah Orang Terkaya Palestina: Berjuang Lawan Israel, Dedikasikan Hidup Dan Kekayaan Di Gaza
-
Tak Ada Listrik, Makanan Hingga Bahan Bakar: Israel Kepung Total Jalur Gaza, Korban Tewas Terus Bertambah
-
Mantan Atlet Saksi SYL Dicuekin Firli Bahuri, Putusan MK Masih Dinantikan Soal Batasan Usia Capres-cawapres
-
Perang Israel-Palestina, Ketua PBNU: Hentikan Kekerasan di Wilayah Keduanya
-
Konflik Israel-Palestina Makin Memanas, Tiga Negara Timur Tengah Kompak Salahkan Israel
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?