Suara.com - Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto memuji Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat debat capres perdana di gedung KPU, Selasa (12/12/2023) malam. Hal itu ia sampaikan ketika berbicara soal Papua, di mana Jokowi disebut sebagai Presiden paling sering kunjungi Papua.
“Presiden Jokowi adalah Presiden di RI yang paling banyak ke Papua,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, Presiden Jokowi berkunjung ke Papua lebih dari 19 kali.
“Dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di bawah pemerintah Pak Jokowi yang paling pesat dan tinggi dalam sejarah Indonesia,” kata Prabowo.
Lantas bagaimana faktanya?
Menyitat pemberitaan kantor berita Antara pada 10 Juli 2023, dengan judul: Staf Khusus: 17 Kali Kunjungan Presiden Jokowi Bentuk Perhatian Ke Papua. Dalam artikel itu, Staf Khusus Presiden Bidang Pendidikan dan Inovasi Billy Mambrasar menyebutkan 17 kali kunjungan Presiden Joko Widodo ke Papua merupakan bentuk perhatian kepada masyarakat setempat.
Dalam pemberitaan itu, Billy Mambrasar mengatakan, setiap kali kunjungan Presiden Jokowi ke Papua pasti ribuan orang memadati setiap pinggir jalan yang akan dilalui dengan membawa spanduk dan poster.
"Sebagai staf Khusus Presiden RI yang mendampingi beliau kerja selama empat tahun ini, saya tidak melihat sedikit pun surut antusiasme masyarakat menyambut kedatangannya (Presiden Jokowi)," katanya.
Presiden Jokowi memang tercatat melakukan kunjungan ke Papua pada 5-7 Juli 2023, untuk mengikuti berbagai agenda. Antara lain mulai dari peresmian infrastruktur bandara di Kabupaten Asmat, panen raya jagung di Kabupaten Keerom, inspeksi mendadak (sidak) kondisi pasar di Kabupaten Jayapura, juga membuka gelaran karnaval anak muda Papua yang memamerkan bakat-bakat di sektor ekonomi kreatif.
Baca Juga: Bikin Anies Terdiam, Prabowo: Kalau Jokowi Diktator, Anda Gak Mungkin Jadi Gubernur!
Jika menelusuri pemberitaan lainnya, kunjungan terkini Presiden Jokowi adalah pada periode 22-24 November 2023 lalu, di mana antara lain muncul berbagai berita menarik. Salah satunya bahkan cukup viral karena memuat foto-foto Jokowi bermain sepak bola dengan anak-anak atau pelajar di sana.
Sementara penelusuran lebih jauh, tidak menemukan lagi adanya kunjungan Jokowi ke Papua, di antara periode Juli sebagaimana dalam pemberitaan Antara di atas, hingga November 2023 maupun hingga hari ini. Penelusuran tidak menemukannya baik di pemberitaan media massa, maupun dengan pencarian kata kunci "Papua" di situs-situs pemerintah seperti setkab.go.id, setneg.go.id, maupun presidenri.go.id.
Akan halnya mengenai data kunjungan Presiden RI sebelumnya ke Papua, tidak ditemukan data lengkap maupun catatan pasti. Hanya ada antara lain catatan yang dikutip dari media di laman Kominfo, yang merangkum bahwa mayoritas mantan presiden mulai dari Soeharto, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, hingga Susilo Bambang Yudhoyono, tercatat pernah menginjakkan kaki di tanah Papua. Catatan hanya menyebutkan bahwa Presiden Soeharto misalnya, datang pertama kali ke Irian Barat (nama sebelum Papua) pada 1969 dan 1973. Lalu, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur datang ke Papua pada 1999 dan 2000, Presiden Megawati Soekarnoputri mengunjungi Jayapura pada perayaan Natal 25 Desember 2003, serta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah beberapa kali berkunjung ke Papua yaitu pada 2010, 2012, dan 2014.
Kesimpulan
Dengan demikian, jika benar pernyataan Staf Khusus Presiden Jokowi, Billy Mambrasar, bahwa Jokowi sudah 17 kali berkunjung ke Papua hingga Juli, artinya baru bertambah satu kunjungan lagi pada November 2023, yang artinya baru berjumlah 18 kali kunjungan. Pernyataan Prabowo bahwa Jokowi sudah lebih dari 19 kali ke Papua dengan begitu keliru atau tidaklah tepat. Meski demikian, jika poinnya adalah bahwa Jokowi merupakan Presiden RI yang paling sering berkunjung ke Papua, data yang ada sejauh ini membenarkan pernyataan tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Bikin Anies Terdiam, Prabowo: Kalau Jokowi Diktator, Anda Gak Mungkin Jadi Gubernur!
-
CEK FAKTA: Ganjar Klaim Bertemu Pendeta Leo di Merauke yang Tolong Ibu Melahirkan Belajar dari YouTube, Ini Faktanya
-
Dikritik Prabowo soal Pupuk Langka, Ganjar Curhat Telepon Maruf Amin: Pak Wapres Please...
-
Bicara Minoritas, Prabowo Desak Anies: Bagaimana Tanggapan Bapak Soal Sulit Dirikan Rumah Ibadah?
-
CEK FAKTA: Ganjar Sebut Pupuk Langka Tak Hanya di Jawa, Tapi di Papua, Kalimantan hingga NTT, Benarkah?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru