Suara.com - Pedagang terompet di pulau Dewata, Bali mulai menggali peluang bisnis dengan memasok terompet untuk perayaan Tahun Baru 2024 ke hotel-hotel.
Pedagang buah yang setiap akhir tahun beralih menjual terompet dan aksesoris tahun baru di Bali bernama Ahmad Khusairi (40) mengatakan sudah mengambil peluang tersebut, dan hotel-hotel berbintang sudah mulai membeli ratusan terompet tahun baru darinya.
“Saya masukin ke hotel dan restoran, sebelumnya juga sudah sempat laku sekitar 500-1.000 buah untuk tiga hotel, karena kadang ada yang ambil 100-300, kalau sekarang yang sudah pesan hotel di daerah Seminyak Kuta,” kata Ahmad Khusairi di Denpasar, Senin (25/12/2023).
Untuk perayaan Tahun Baru 2024, setidaknya saat ini sudah ada dua hotel di kawasan Seminyak yang memesan terompet dagangannya. Jika berkaca dari Tahun Baru 2023 saat menerima orderan terompet dari hotel, pihak hotel baru akan menghubungi 3 hari sebelum perayaan.
Kepada media, ia menyebutkan harga yang diberikan ke hotel-hotel untuk satu buah terompet mulai dari Rp5 ribu hingga Rp10 ribu tergantung penawaran hotel, dan saat ini ia sudah mulai mengumpulkan ketersediaan untuk antisipasi lonjakan pembeli.
Menurutnya, minat pembelian terompet untuk tahun baru tidak menurun, justru meningkat pasca-pandemi Covid-19, termasuk tren hotel yang membeli ke pengepul.
Selain ke hotel dan restoran, Ahmad juga keliling menjual terompet eceran ke masyarakat umum menggunakan sepeda motor, di mana untuk satuan ia menjual seharga Rp10 ribu.
“Rata-rata eceran sehari habis 200 buah, minimal malam tahun baru habis 500 buah, dan saya tidak mengambil dari satu produsen saja,” ujarnya.
Satu buah terompet yang ia beli dari produsen seharga Rp3 ribu, sehingga dalam sehari pria asal Lombok tersebut bisa meraup keuntungan mencapai Rp1,4 juta sampai Rp3,5 juta.
Baca Juga: Macet Pol! 4 Destinasi Wisata Ini Penuh Lautan Manusia: Dari Dieng Hingga Malioboro
Salah satu usaha rumahan yang menjadi pemasok ribuan terompet tersebut adalah milik Lilik Rustini yang berdiri belasan tahun di rumah kontrakan Jalan Setia Budi, Denpasar.
Kepada media, Lilik bercerita bahwa kegiatan memproduksi terompet dan topi perlengkapan tahun baru sudah dijalankan keluarganya sejak 1998, dan kini sebanyak lima orang anggota keluarga menjadi pembuat terompet.
Khusus menyambut Tahun Baru 2024, mereka sudah mulai membuat terompet sejak Februari lalu, dan sampai saat ini terhitung 10.000 pesanan untuk terompet polos, 5.000 pesanan untuk terompet bentuk naga, dan 2.000 pesanan untuk topi sudah dilayani.
“Dari Februari nyicil gitu buatnya, kalau sekarang baru bikin tidak bisa dapat banyak. Nanti kalau yang mengambil ke sini biasanya seperti pengepul lalu dijual lagi ke toko atau didistribusikan ke tempat lain, bahkan ada yang bawa sampai ke Lombok,” kata Lilik.
Kepada distributor tersebut Lilik memberi harga Rp3 ribu untuk terompet biasa dan Rp7 ribu untuk terompet bentuk naga, harga ini sudah dirasa sangat cukup menutupi modal usaha mereka, karena sebagian bahan pembuatan atribut itu diperoleh dari barang bekas.
“Mencari bahannya sebagian dari kertas bekas, sebagian dari Jawa seperti kertas untuk bikin naga itu, sekarang Alhamdulillah sudah banyak peningkatan daripada waktu Covid-19, hitung saja omzetnya kira-kira 50 persennya,” ujar Lilik. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
-
Mensos: Indonesia Resmi Miliki Data Tunggal DTSEN, Tak Ada Lagi Kementerian Punya Data Sendiri
-
Dua Bulan Bencana Sumatra: 1.204 Korban Meninggal, Ratusan Orang Hilang
-
Kemensos Butuh Rp2 Triliun Tangani Pasca-Bencana Sumatra, Anggaran Tersedia Baru Rp600 Miliar
-
KPK Ungkap Perusahaan Rudy Tanoesoedibjo Tak Salurkan Bansos
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Menlu Sugiono: Saya Baru Dengar Sekarang
-
Isu Iuran Rp16,9 Triliun untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono: Itu Bukan 'Membership Fee'
-
Menteri PKP Maruarar Sirait Targetkan 2.603 Hunian Tetap di Sumatra Rampung Mei 2026
-
DPR Minta Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Jangan Sampai Sia-sia Akibat Lingkungan Tak Terurus