News / Internasional
Senin, 01 Januari 2024 | 19:46 WIB
Sejumlah WNI terlihat di Masjid Kanazawa, Prefektur Ishikawa, Jepang, setelah Salat Isya, pada Senin (1/1) waktu setempat. [Antara/Dok. Dian Novitasari]

Suara.com - Masjid yang berada di Prefektur Ishikawa, Jepang menjadi salah satu tempat pengungsian warga usai gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah tersebut pada jam 16.10 waktu setempat.

Seorang WNI di Jepang, Dian Novitasari mengemukakan saat ini bersama keluarganya telah mengungsi di Masjid Kanazawa, setelah gempa menggoyang kawasan Semenanjung Noto.

Dian mengemukakan, sebelum memutuskan mengungsi, dirinya berada di luar apartemen. Saat kembali ke tempat tinggalnya di lantai 3, ia sempat melihat sejumlah barang-barang hancur berantakan.

"(Peralatan) dapur tumpah semua, kaca rias pecah," katanya.

Lantaran bunyi peringatan terus menyala, ia dan keluarga memutuskan untuk segera mengungsi.

"Tadi saya pulang, mixer menyala berputar-putar, kaca-kaca terbuka sebagian, televisi semua jatuh ke lantai," katanya.

Untuk saat ini, ia mengemukakan, ada 12 orang lain dan keluarganya yang mengungsi ke masjid tersebut. Pilhan mengungsi di masjid diputuskannya karena lokasi yang lebih tinggi daripada kawasan lainnya.

"Ada juga WNI yang mengungsi di aula-aula publik milik pemerintah setempat," katanya.

Selain di Ishikawa, guncangan gempa yang dahsyat juga sempat dirasakan WNI di prefektur lain seperti Tottori. Selain itu, sejumlah WNI di Prefektur Toyama juga tengah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Baca Juga: Bolaang Mongondow Selatan Diguncang Gempa Magnitudo 5,4, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Saat ini masih terjadi gempa susulan dan berpotensi tsunami. Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa tinggi tsunami bisa mencapai lima meter.

Gelombang tsunami akibat gempa tersebut kemungkinan bisa menjangkau 300 kilometer dari pusat gempa. (Antara)

Load More