Suara.com - Momen tak terduga terjadi saat iring-iringan mobil yang ditumpangi Ganjar Pranowo disambut sekelompok orang yang membentangkan spanduk capres lain sambil berteriak bokep.
Dalam video yang diunggah salah satunya oleh akun @habieb selow, terlihat Ganjar Pranowo sempat melongkok dari jendela mobilnya yang tengah berjalan menyambut sekelompok orang yang membentangkan spanduk capres lain sambil berteriak bokep.
Beberapa saat kemudian mobil yang ditumpangi Ganjar Pranowo melambatkan lajunya lalu menepi.
Ganjar yang terlihat mengenakan kemeja lengan panjang warna putih dan celana hitam keluar dari mobil kemudian menghampiri sekelompok orang tersebut.
Tak disangka, bukannya marah, Ganjar Pranowo justru minta spanduk yang sempat dilipat tadi dibentangkan lagi. Ia kemudian berfoto bersama sekelompok orang tersebut yang membentangkan spanduk capres lain.
"Disambut oleh pendukungnya Pak Prabowo terima kasih yang udah menyambut inilah pesan damai dan tidak marah-marah," ucap Ganjar.
"Yuk ikut marah ngga dimarahin kok, ayoo sumpah ga dimarahin. Nanti kalo dimarahi pak Prabowo aku yang belain," canda Ganjar.
Di video selanjutnya terlihat Ganjar duduk berdampingan dengan salah seorang yang mengibarkan spanduk capres lain.
"Ganjar Pranowo disambut dan dibully pendukung 02 dengan diteriakin bokep di pinggir jalan...Bukan pergi diacuhkan malah turun dari mobil menghampiri dan diajak makan. Kelasnya calon presiden 03 memang TOP!" tulis akun tersebut.
Baca Juga: Fedi Nuril Tegas Tolak Prabowo: "Presiden Penculik Tak Pantas Dihormati!"
Dalam keterangan video itu dituliskan bahwa peristiwa itu terjadi saat Ganjar Pranowo kunjungan ke Balikpapan, Selasa (6/2/2024).
Unggahan video saat Ganjar Pranowo disambut spanduk capres lain dan diteriaki bokep itupun menuai beragam komentar netizen.
"Bonus demografi cukup dikasih makan kenyang, manthuk2," kata Antonius.
"Sesuai program jinjingan 02 makan gratis, mhuehehehehe," kata wagi.
"Ketika kampanye berubah jadi mukbang, Ganjar Pranowo memperlihatkan strategi baru: lawan teriakan dengan tumpengan! Siapa tau setelah kenyang, yang teriak 'bokep' tadi jadi teriak 'top!'. Calon Presiden 03 ini bukan cuma top di hati, tapi juga top di perut para pendukungnya!" tulis plot.
"Emng gk salah pilih sih gw,emng pak ganjar berhati mulia,Di lahirkan dari rakyat untuk rakyat. Coba di kubu sebelah udah di....hem," kata bekhi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi