Suara.com - Aktor Fedi Nuril menyampaikan selamat kepada pasangan Capres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang unggul sementara versi quick count atau hitung cepat, Rabu (14/2/2024).
Pemeran Ayat-ayat Cinta tersebut mengaku menerima apa yang terjadi dan menyadarinya sebagai takdir serta ujian dari Allah.
"Saya ucapkan selamat kepada Pak @prabowo & Pak @gibran_tweet yang unggul dalam pilpres versi hitung cepat. Seperti yang saya tulis sebelumnya, saya terima ini sebagai takdir/ujian dari Allah SWT yang akan saya cari hikmahnya." cuitnya lewat akun X @realfedinuril.
Fedi Nuril mendoakan agar Prabowo-Gibran bisa amanah dalam memimpin jika nanti memang benar terpilih menjadi pemimpin bangsa ini.
"Setelah hasil resmi diumumkan dan dilantik, semoga Pak Prabowo dan Pak Gibran bisa amanah dalam memimpin dan melayani masyarakat, sehingga tercipta situasi yang aman dan nyaman." sebut dia.
"God bless Indonesia. Hiduplah Indonesia Raya," sambung Fedi Nuril.
Diketahui, Fedi merupakan salah satu publik figur belakangan kerap menyoroti kebijakan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Fedi juga mengungkit masa lalu Ketua Umum Gerindra tersebut.
Cuitan Fedi lantas mendapat komentar beragam dari netizen. Tak sedikit yang mengingatkan untuk tetap semangat, ada juga yang menjelaskan jika penghitungan resminya belum ditetapkan.
"Landasan penghitungan itu real count bro bkn quick count, ini fase di mn Paslon 02 menyerang psikologis rivalnya supaya mentalnya JD lemah, hasbunallah wa ni' mal wakiil," komentar warganet.
"Tapi bang, belum kelar ini perhitungannya… ntar2an dulu… kita masih kudu ttp nyalakan semangat, jangan kasih padam… meski apapun kelak hasilnya, ya pada akhirnya kita terima," sahut yang lainnya.
"Kita tetap satu, jangan sampai setelah ini terpecah belah. Siapapun pemimpinnya, yang banyak hutang tetep melunasi sendiri, yang belum bekerja tetap mencari kerja sampai dapat. Tugas kita cuman kawal programnya sampai terlaksana." ungkap netizen.
Berita Terkait
-
Prabowo: Kita Bersyukur Saat Ini Aman, Pemerintah Jaga Defisit APBN Tidak Bertambah
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Jelang Lebaran, Prabowo Larang Keras Menteri dan Pejabat Gelar Open House Mewah
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel