Setelah pasangan Prabowo-Gibran, pasangan capres dan cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar berada di posisi kedua dengan 25,35 persen suara dan pasangan capres dan cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan 16,47 persen suara.
Dalam hasil hitung cepat tersebut, Indikator Politik menetapkan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 0,52 persen, dengan tingkat partisipasi 82,57 persen.
Dengan begitu pada selang kepercayaan 95 persen, maka rentang angka prediksi hitung cepat tersebut menjadi, Anies-Muhaimin dalam rentang 24,84-25,87 persen suara, Prabowo-Gibran 57,67-58,69 persen, serta Ganjar-Mahfud 16,08-16,85 persen.
Karena itu selain unggul signifikan dari dua pesaingnya, perolehan suara Prabowo-Gibran juga tercatat signifikan lebih besar dari 50 persen.
Dari segi wilayah, hasil hitung cepat Indikator Politik turut menunjukkan pasangan Prabowo-Gibran unggul signifikan dengan perolehan suara di atas 20 persen di hampir seluruh provinsi, kecuali Aceh, Sumatera Barat, dan DKI Jakarta. Dengan kata lain, pasangan Prabowo-Gibran unggul signifikan dengan perolehan suara di atas 20 persen di 35 provinsi.
Dalam hitung cepat Indikator Politik, total sampel yang diambil sebanyak 3.000 TPS dengan populasi seluruh pemilih yang datang ke TPS dan memilih secara sah, yang tersebar di seluruh Daerah Pemilihan (Dapil) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Sampel TPS dipilih dengan metode pengambilan sampel acak klaster berstrata (stratified-cluster random sampling).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah