Suara.com - Prabowo Subianto hari ini mendapatkan tanda pangkat Jenderal kehormatan. Gelar ini diberikan langsung oleh Presien Jokowi dalam acara Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/2).
Sebelum mendapat gelar Jenderal Kehormatan, Prabowo diketahui memiliki pangkat Letnan Jenderal atau bintang tiga saat masih aktif sebagai anggota militer.
Pemberian gelar jenderal kehormatan kepada Prabowo diatur Pasal 10 dan 15 UUD 1945, Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI AD, AL, AU, Presiden berhak memberi gelar tanda jasa dan lain-lain kehormatan, serta Undang-Undang Nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Gelar kehormatan militer ternyata juga pernah dianugrahkan kepada mantan mertua Prabowo, Soeharto. Pada perayaan HUT TNI ke-52 5 Oktober 1997, Soeharto gunakan pakaian dinas militer lengkap dengan tanda bintang lima di pundaknya.
Gelar bintang lima itu diberikan kepada Soeharto oleh Panglima TNI saat itu Jenderal Feisal Tanjung. Gelar bintang lima kepada Soeharto diberikan beberapa hari sebelum perayaan HUT TNI ke-52.
Dalam penjelasannya, Jenderal Feisal Tanjung mengatakan bahwa gelar bintang lima kepada Soeharto berdasarkan pertimbangan pihak ABRI soal rekam jejak di operasi militer.
Feisal mengatakan bahwa ada tiga operasi militer yang sukses dijalankan Soeharto yakni Serangan Umum 1 Maret 1949, Trikora dalam Perebutan Irian Barat 1962 dan menumpas pemberontakan G30S/PKI 1965.
“Pangkat kehormatan kepada Presiden diberikan dengan pertimbangan (Presiden Soeharto) berhasil memimpin tiga operasi militer yaitu Serangan Umum 1 Maret (1949), Trikora dalam Perebutan Irian Barat (1962) dan menumpas pemberontakan G30S/PKI (1965),” kata Feisal seperti dimuat di Media Indonesia, 2-10-1997.
Di hari yang sama, sebenarnya gelar bintang lima juga diberikan Feisal Tanjung kepada Abdul Haris Nasution dan Jenderal Sudirman. Namun 7 bulan setelah pemberian gelar bintang lima itu, kondisi politik Indonesia berubah drastis.
Baca Juga: Intip Gaji Prabowo Sebagai Jenderal Kehormatan Bintang 4, Dapat Uang Pensiun?
Sebenarnya di tahun 1997 saat Soeharto mendapat gelar bintang lima, Indonesia tengah diterpa krisis moneter. Saat itu nilai rupiah yang berada pada posisi nilai tukar Rp2.500/US $ terus
mengalami kemerosotan hingga 9 persen.
Ketika Soeharto mendapat gelar bintang lima pada Oktober 1997, dikutip dari sejumlah sumber, nilai rupiah sudah menyentuh angka Rp4.000 /US $, pada bulan Januari 1998 rupiah terus melemah hingga level sekitar Rp 17.000 US $.
Kondisi ini membuat harga bahan-bahan kebutuhan pokok merangkak naik, harga premium naik dua kali lipat, ribuan usaha bangkrut, meluasnya pengangguran, terjadinya PHK secara besar-besaran dan membengkaknya jumlah orang miskin baru.
Di akar rumput, desakan untuk Soeharto letakkan jabatan setelah 32 tahun berkuasa makin menguat. Gerakan Reformasi 1998 pun pecah dengan turunya mahasiwa dan rakyat.
Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang menyebabkan empat mahasiswa tertembak mati dan kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya.
Gerakan mahasiswa pun meluas hampir di seluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya pada 21 Mei 1998 atau 7 bulan setelah mendapat gelar jenderal bintang lima.
Berita Terkait
-
Intip Gaji Prabowo Sebagai Jenderal Kehormatan Bintang 4, Dapat Uang Pensiun?
-
Momen Jokowi Beri Pangkat Istimewa Jenderal Kehormatan untuk Prabowo
-
Zainal Arifin Mochtar Diduga Sindir Jokowi Soal Pemberian Bintang 4 Untuk Prabowo
-
Sisi Tak Terungkap Prabowo Saat di Kopassus Dibongkar Mantan Gubernur Jakarta
-
Potret Titiek Soeharto Anggun dengan Seragam Ibu Persit, Disebut Mirip Selvi Ananda
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG
-
BPK Akan Proses Etik Pegawai yang Terseret Kasus Suap
-
Kapolda Riau Beri Nama Nona Seroja untuk Anak Gajah di Tesso Nilo, Apa Maknanya?
-
Bak Film Laga! Penipu di Duren Sawit Dikejar-kejar Massa usai COD Motor Pakai Uang Palsu Rp12 Juta
-
Kata Istana Soal Rencana Kantin Sekolah di Wilayah 3T Bakal Diubah Jadi Dapur MBG
-
Prabowo Perintahkan Kaji Ulang Buku Pelajaran, Tak Mau Siswa Indonesia Kalah dari Luar Negeri