"Salah satu kata motivasi yang tidak bisa saya lupakan adalah, 'bila kau yakin menang sesunguhnya engkau sudah menang tetapi sebaliknya jika kau yakin kalah maka sebenarnya engkau sudah kalah'. Itulah kata kata pembakar semangat yang disampaiakan kepada prajurit pemburu,” papar Komar.
Ia mengaku, selama mengikuti Latihan Satgas Rajawali, banyak pelajaran didapat dari Jenderal Prabowo.
Berpikir Out of The Box
Di antaranya, karakter yang selalu berpikir out of the box, semua pekerjaan harus bisa dikerjakan dengan hasil sempurna, inovatif, berani, tegas, sayang kepada prajurit, dan tidak pernah istrahat. Tidak pernah lelah berbuat untuk bangsanya.
Tak heran jika Jenderal Prabowo Subianto adalah idola prajurit karena ketegasannya, keberaniannya. Bahkan ia mendapat julukan 'Si Macan Asia' yang dekat dengan anggota, suka berkorban untuk satuan, prajurit dan keluarga, suka membela prajurit.
"Semua pengabdiannya dilaksanakan dengan tulus dan Ikhlas untuk kehebatan satuannya," kata Komar.
Banyak lagi kepribadian, sifat maupun karakter Jenderal Prabowo Subianto yang dapat diteladani untuk kemajuan TNI dan kamajuan serta kemakmuran bangsa Indonesia ke depan.
Di antaranya, komitmen Prabowo untuk memberantas korupsi, selalu berpikir untuk mencegah pencurian kekayaan alam oleh pihak asing, dan berani pasang badan untuk menentang segala hal yang merugikan bangsanya.
"Sebagai purnawirawan TNI AD, kami semua bangga atas contoh dan suri tauladan yang ditunjukkan, berjuang sampai titik darah penghabisan, semangat pantang menyerah, merebut simpati dan hati masyarakat sehingga berhasil mendapatkan mandat melebihi ekspektasi pencapaian. Hal ini menunjukkan bahwa kecintaan Jenderal Prabowo Subianto terhadap NKRI tidak perlu diragukan,” kata Komarr pula.
Komar berharap penganugerahan kenaikan pangkat istimewa tersebut membawa kebaikan bagi bangsa dan negara.
"Kami berharap pula, kenaikan pangkat dari Letnan Jenderal menjadi Jenderal dapat membahagiakan keluarga tercinta, dan makin membawa bangsa dan negara kita setara dengan negara maju lain, serta disegani bangsa-bangsa lain di dunia. Bravo 08,” kata Komar.
Sebelumnya diberitakan, penganugerahan pangkat jenderal kehormatan itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam momen Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI Cilangkap, Rabu (28/2/2024).
Sebelum menyematkan bintang empat di pundak Prabowo, Presiden menegaskan, bahwa penganugerahan tersebut merupakan bentuk penghargaan sekaligus peneguhan untuk berbakti sepenuhnya kepada rakyat, bangsa, dan negara.
"Saya ucapkan selamat kepada Bapak Jenderal Prabowo Subianto," ujarnya.
Komarudin juga menilai tepat pernyataan Presiden Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai dasar penganugerahan jenderal kehormatan.
"Pak Prabowo sebelumnya sudah menerima anugerah yang namanya bintang muda dharma utama, atas jasanya di bidang pertahanan sehingga memberi kontribusi luar biasa bagi kemajuan TNI dan negara," kata Presiden.
Bahkan Jokowi menegaskan bahwa pemberian anugerah tersebut sudah memalui verifikasi Dewan Gelar dan Tanda Jasa Kehormatan.
"Semua berangkat dari bawah. Saya mendapat usulan dari Panglima TNI, kemudian saya menyetujui kenaikan pangkat istimewa berupa jenderal TNI Kehormatan kepada Pak Prabowo," ujar Presiden.
Sejatinya, penganugerahan kenaikan pangkat merupakan hal yang bisa dan dimungkinan terjadi di dunia kemiliteran.
Sebelumnya, kenaikan pangkat istimewa dari bintang tiga (Letjen) menjadi bitang empat (Jenderal) juga pernah diberikan kepada Susilo Bambang Yudhoyono, Luhut Binsar Panjaitan, AM Hendropriyono, Agum Gumelar, dan lain-lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum
-
Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru