Suara.com - Pengusaha sekaligus teknokat dari barisan AMIN, Anies-Muhaimin, Tom Lembong memastikan tidak akan bergabung ke kabinet Prabowo Subianto nantinya.
Hal ini dipastikan Tom Lembong saat menjadi bintang tamu di podcast Dokter Richard. Ditelisik di YouTube tersebut, Tom atau Thomas Lembong memastikan tidak akan mau bergabung dengan barisan Prabowo Subianto.
Meski menurut ia, upaya dan ajakan mungkin saja akan datang ke pihak barisannya. Awalnya, mantan menteri perdagangan ini mengharapkan agar partai-partai pendukung pasangan calon atau paslon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan partai-partai pendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
"Kemungkinan kuatnya sekarang di oposisi pak, tahan gak pak?," tanya Dokter Richard.
Baca Juga:
Cak Imin Tiba-tiba Minta Maaf atas Keseluruhan Kesalahan, Ada Apa?
Cucu Presiden dan Anak Cawapres, Tas Sekolah Jan Ethes Jadi Omongan Gegara Beda Sendiri
Mendapat pertanyaan tersebut, Tom Lembong lebih yakin jika pemimpin partai lebih waspada pada jebakan rayuan yang berimbas pada jangka panjang.
"Saya tanya bapak sekarang, jika bapak ditawarin menteri lagi nih pak," tanya Dokter kemudian.
Baca Juga: Fadli Zon Kasih Selamat Prabowo Dapat Gelar Bintang Empat, Malah Disindir Begini
Tom Lembong kemudian mempertanyakan tujuannya mengambil posisi menteri tersebut. "Buat apa (buat apa menjadi menteri)? tanya Tom kemudian.
Dia pun memastikan semakin berjalannya usia, ada pepatah yang menyatakan orang yang sehat punya sejuta mimpi sedangkan orang sakit punya satu mimpi.
"Karena itu saya milih kesehatan, ketimbang jabatan. Jika saya ya, menurut saya itu, formula yang kurang bijaksana (ketika memilih jabatan). Pertama, hidup perlu keseimbangan, tidak kalah nikmatnya," ujar Tom memastikan.
Dia pun yakin sekali, hal-hal yang muncul pada niatan daan proses yang tidak baik akan berakhir tidak baik."Tidak ada guna masuk ke Pemerintahan jika keseluruhan dan suasanya tidak kondusif," ucap Tom memastikan.
Berita Terkait
-
Pegang Bintang Empat di Pundak, Prabowo Ucap Tiga Kata Ini dengan Wajah Semringah
-
Enggan Bahas Gibran, Tom Lembong Pilih Pemimpin Muda Partai Thailand
-
Bukan Titiek Soeharto, Sosok Ini Ramai Dibahas Bakal Jadi Ibu Negara Prabowo, Siapa Dia?
-
Pemberian Jenderal Kehormatan Prabowo Dikritik, TB Hasanuddin: Pangkat Itu Bukan untuk Pensiunan TNI!
-
Total Harga Outfit Gibran Rakabuming Bertemu Prabowo Subianto, Kemeja Ratusan Ribu tapi Jam Tangan Ratusan Juta
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025
-
Polri Kerahkan Pesawat CN295 dan Fokker 50 Kirim 6 Ton Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera