Suara.com - Sebanyak dua saksi pasangan calon Presiden dan Calon Wakil Presiden menuding Pemilu 2024 terjadi banyak kecurangan. Kedua saksi tersebut yakni saksi paslon 01 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) dan saksi Paslon 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Hal tersebut terungkap saat rapat rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan perolehan suara Pemilu 2024 yang digelar KPU Kota tangerang di Days, Rabu (6/3/2024).
Dalam momen tersebut, kedua saksi baik paslon 01 ataupun 03 menyampaikan surat keberatan kepada KPU terkait hasil penatapan Pemilu 2024 karena dinilai Pemilu 2024 terdapat banyak kecurangan.
Diketahui, pada Rapat Rekapitulasi dan Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2024 Kota Tangerang, Paslon 01 Anis Baswedan-Muhaimin Iskandar mendapatkan perolehan sebanyak 393.544 suara.
Sementara, Paslon 02 Prabowo-Gibran sebanyak 544.134 suara dan Paslon 03 Ganjar-Mahfud sebanyak 151.748 suara.
Hari Purnawan, Saksi Paslon AMIN, Iskandar mengatakan, menolaknya tanda tangan pada hasil perolehan suara Pemilu 2024 tersebut adalah sikap politik pihaknya yang disampaikan ke penyelenggara Pemilu.
"Kita berjenjang ya dari atas maupun bawah, kita tidak menandatangani hasil Pemilu 2024. Hal ini untuk mengantisipasi dokumen-dokumen yang diperlukan disini dan diperlukan di atas," ujarnya dikutip dari Bantennews (Jaringan SuaraBanten.id).
Dia menyatakan bahwa pihaknya juga menyampaikan surat keberatan kepada KPU karena pada pelaksanaan Pemilu 2024 adanya dugaan kecurangan yang masif dan sistematis.
"Seperti bahwa penyelenggara pemilu yang menggunakan aparat pemerintah, jadi bisa jadi ada tekanan dari penyelenggara untuk memilih salah satu Paslon. Sebagai mana kita ketahuan bersama juga bahwa kitapun suka dihalangi saat kampanye. Pada intinya ini semua adalah sikap politik dan akan dibawa sampai ke atas. Bisa jadi juga dokumen ini sebagai bahan hak angket yang saat ini bergulir," paparnya.
Senada dikatakan Supardi, Saksi Paslon 03 Ganjar-Mahfud. Dia mengatakan bahwa pihaknya menolak menandatangani hasil rekapitulasi dan penetapan Pemilu 2024 Kota Tangerang merupakan sikap politik pihaknya.
"Kita memang secara berjenjang Paslon 03 menolak di semua tingkatan hasil Pemilu 2024, dengan alasan secara umum bahwa hampir di seluruh wilayah Indonesia, di dalam pelaksanaan Pemilu 2024 ini terindikasi terjadi pelanggaran, bahkan secara terstruktur dan masif," ucapnya.
Saat ini, kata dia, indikasi kecurangan Pemilu 2024 tersebut sedang berproses.
"Surat keberatan ini hanya sebagai sikap politik bahwa memang secara berjenjang bahwa Paslon 03 tidak membubuhkan tanda tangan berita acara hasil rekapitulasi yang diselenggarakan KPU Kota Tangerang," imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan di Kelas, Puluhan Anak PAUD Tangerang 'Geruduk' Aviary Park Demi Belajar Literasi
-
Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan
-
KRL Tangerang Lumpuh Sore Ini: Kereta Mogok di Tengah Jalur, Penumpang Terjebak
-
Rugi Setengah Miliar! Titik Api Kebakaran Showroom BYD BSD Berasal dari Gudang Sparepart
-
Muncul Isu Pocong Palsu di Banten, Polisi Siaga Antisipasi Modus Kejahatan
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru