- Mantan Wapres Ma'ruf Amin menanggapi kritik Menkeu Purbaya mengenai pembiayaan syariah yang dianggap lebih mahal karena risiko dan biaya operasional.
- Ma'ruf Amin menyatakan biaya operasional tinggi disebabkan volume kegiatan yang masih kecil, dan berjanji akan dilakukan pembenahan ke depan.
- Pakar INDEF menyebut permodalan kecil menyebabkan biaya tinggi dan mengusulkan insentif pajak serta penempatan dana pemerintah untuk perbaikan.
Suara.com - Mantan Wakil Presiden ke-13, Ma'ruf Amin, menanggapi kritikan dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyatakan bahwa pembiayaan perbankan syariah lebih mahal dibanding perbankan konvensional.
Ma'ruf Amin menilai, tingginya pembiayaan perbankan syariah harus dilihat secara utuh.
"Saya kira kita lihatnya dari sisi mana? Mahal itu kan karena kalau berbagi hasil itu memang kalau untungnya besar tentu yang diterima oleh bank adalah besar, kalau berbagi hasil. Tapi kan resikonya juga besar," kata Ma'ruf saat ditemui wartawan usai di Jakarta Selatan pada Rabu (25/2/2026).
Dia pun menyebut, mahalnya perbankan syariah bisa disebabkan biaya operasionalnya yang lebih besar. Untuk ditegaskannya, perlu untuk diperbaiki.
"Akan kita benahi ke depan, supaya antara ongkos yang karena volumenya misalnya kecil kan ongkosnya jadi besar. Nah, ini yang akan kita coba usahakan supaya tidak memberikan beban yang besar akibat daripada biaya yang keluar dari karena volumenya kegiatannya," ujar Ma'ruf.
Sebelumnya, Wakil Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED)-Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Handi Risza, juga turut menanggapi kritikan dari Purbaya.
Dia memberikan penjelasan mengapa biaya perbankan syariah menjadi lebih mahal.
Menurutnya, perbankan syariah masih berada dalam kategori permodalan kecil hingga menengah, yakni pada level KBMI 1—2, dengan hanya BSI yang telah mencapai kelompok KBMI 4.
Sementara, total aset perbankan syariah tercatat mencapai Rp1.028 triliun pada Oktober 2025.
Baca Juga: Takut Bernasib Sama dengan Sri Mulyani, Purbaya Langsung Buru-buru Klarifikasi soal Guru Honorer
"Artinya sebagian besar bank syariah masih dalam kategori permodalan kecil hingga menengah. Modal yang terbatas cenderung menyebabkan biaya operasional per unit produk cenderung lebih tinggi," kata Hendi lewat keterangannya pada Selasa (17/2/2026).
Untuk mengatasinya, Hendi mendorong pemerintah dapat berlaku lebih adil dalam memperlakukan perbankan syariah, salah satunya dengan menempatkan rekening giro instansi pemerintah, khususnya lembaga keagamaan, secara proporsional guna menekan biaya dana (cost of fund).
Selain itu, Hendi mengusulkan pemberian insentif pajak serta penambahan modal bagi bank syariah BUMN, termasuk pembentukan unit baru, agar pendanaan menjadi lebih murah dan kompetitif.
Berita Terkait
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Optimisme Menkeu Terbentur Realita, IHSG Hari Ini Malah Terjungkal
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
IPOT Bongkar Kelemahan Aplikasi Trading yang Masih Andalkan Data Historis
-
Tak Ada Lagi Alasan, Kemenperin Desak Industri Baja Segera Kantongi SNI
-
Harga Emas Pegadaian Rabu 25 Februari 2026, Galeri 24 Lebih Murah dari UBS
-
BKPM Permudah Izin KKPR Darat bagi Usaha Mikro
-
Orang Kaya RI Pilih Pindah ke Tangerang, Ini Buktinya.
-
Skandal Manipulasi, Ini Saham-saham yang 'Digoreng' Belvin
-
BEI Gembok Wanteg Sekuritas, Nasabah Tidak Bisa Transaksi
-
LPS Tuntaskan Likuidasi BPR Prima Master Bank, 88 Persen Rekening Nasabah Sudah Dibayarkan
-
Indodax Luncurkan Program Spesial di Momen Ramadan 2026
-
Menhub Pastikan Diskon Tiket Pesawat Libur Lebaran 2026 Tak Kuras Kantong Maskapai