Suara.com - Sejumlah mahasiswa berencana melakukan demonstrasi ke Pemprov DKI Jakarta setelah status penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul atau KJMU mereka dicabut. Namun, rencana itu kini diurungkan usai mereka dijamu oleh Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono.
Seorang mahasiswa semester 8 asal Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Ridwan mengaku bersama rekan mahasiswa lainnya diundang oleh Heru datang ke Balai Kota DKI pada Kamis (7/3/2024). Ia mengaku senang bisa diterima oleh Heru dan jajarannya.
"Di dalam dijamu lah, teh sama snack-snack biasa gitu," ujar Ridwan saat ditemui usai pertemuan dengan Heru.
Terkait rencana demo, Ridwan mengaku memang sempat akan dilakukan. Setelah menemui Heru, ia dan mahasiswa lainnya sudah tak mau melanjutkannya karena status kepemilikan KJMU mereka sudah kembali.
"Statement dari Pj Heru juga sudah memuaskan ke teman-teman mahasiswa juga sih. Jadi nggak ada demo-demo lagi," ucapnya.
Ia juga diminta oleh Heru untuk menyampaikan informasi ke mahasiswa lainnya bahwa tak ada penghapusan KJMU.
"Mungkin ada mengkoordinir teman-teman untuk meluruskan informasi dan asumsi-asumsi yang beredar di masyarakat potongan kouta lah, anggaran lah, itu harus diluruskan benar atau tidak seperti itu," tuturnya.
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengumpulkan sejumlah mahasiswa asal Jakarta dari berbagai perguruan tinggi di Balai Kota DKI, Kamis (7/3). Hal ini dilakukan usai ramai polemik mengenai pencabutan KJMU belakangan ini.
Pertemuan berlangsung sejak sekitar pukul 15.15 hingga 16.00 WIB. Terlihat ada sekitar belasan mahasiswa yang menemui Heru yang didampingi Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) DKI Jakarta, Widyastuti dan Kepala Dinas Pendidikan DKI Widyastuti.
"Ngobrol-ngobrol sama adik-adik. Ini adek-adek pinter-pinter. Ada di UNJ, di UIN," ujar Heru usai pertemuan di Pendopo Balai Kota DKI.
Dalam kesempatan itu, Heru memastikan tak ada mahasiswa yang dicoret sebagai penerima KJMU. Persoalan muncul belakangan ini dianggapnya sebagai disinformasi yang menyebar di tengah masyarakat.
"Saya pastikan bahwa mereka-mereka yang sudah mendapatkan dalam perjalanannya KJMU bisa tetap mendapatkan itu dan tentunya pemadanan data tetap berjalan itu person to person," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat
-
Program Pemagangan Nasional Kemnaker Perkuat Keterampilan dan Pengalaman Kerja Peserta
-
Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda