Suara.com - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Ima Mahdiah, menyoroti gaya kepemimpinan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono yang dianggap kurang peduli dengan aspirasi masyarakat, khususnya para legislator. Hal ini terlihat dari polemik pendataan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Ima mengatakan, Komisi E DPRD DKI sudah pernah mengingatkan soal sejumlah potensi permasalahan dalam pendataan KJMU. Namun, Pemprov DKI disebutnya tak menggubris.
"Zaman Heru, itu dia tidak peka, tidak paham (permasalahan) sampai ke bawah. Padahal, saya dan teman-teman di Komisi pun sering sampaikan bahwa kondisi masyarakat tuh seperti ini," ujar Ima saat dikonfirmasi, Kamis (7/3/2024).
Ima membandingkan sikap Heru dengan Gubernur sebelumnya, Anies Baswedan. Meski PDIP merupakan oposisi, Ima mengakui Anies masih mau mendengar masukan dan kritik dari pihaknya dan fraksi lain.
"Memang, seburuk-buruknya Pak Anies, dia masih mau mendengar kalau kita kasih saran walaupun saya (Fraksi PDIP) oposisi sama dia. Tapi, Pak Heru sendiri, kayaknya kita enggak digubris," tutur Ima.
Dewan di Kebon Sirih kata Ima, pernah mempersoalkan seleksi penerima KJMU berdasarkan hasil pencatatan aset atau kendaraan yang dimiliki tiap keluarga mahasiswa tersebut.
Menurutnya, cara ini belum efektif untuk mengkatagorikan kemampuan sosial-ekonomi setiap orang. Sebab, bisa saja orang lain mencatut data KTP atau KK yang bersangkutan sebagai pemilik aset tersebut.
Hal ini pun juga sudah disampaikan kepada Heru lewat anak buahnya tapi tak didengar. Hingga sekarang ini pendataan KJMU jadi polemik lantaran banyak mahasiswa yang dicoret sebagai daftar penerima.
"Masih masuk kuping kanan, keluar kuping kiri, ya. Padahal, yang saya usulkan itu yang terjadi di masyarakat. Kasihan orang-orang seperti itu, yang harusnya mereka mendapatkan hak, jadi tertunda bahkan hilang," pungkasnya.
Baca Juga: Tegas! Ahok Ogah Dipasangkan dengan Anies Baswedan: Dia Bukan Negarawan
Berita Terkait
-
Spanduk Gambar Wajah Heru Budi Diprotes DPRD, Pemprov DKI: Emangnya Kenapa?
-
Menang Pilpres Kecil, Anies Berpeluang Maju di Pilkada Jabar dan RK Jadi Lawan Seimbang
-
Tegas! Ahok Ogah Dipasangkan dengan Anies Baswedan: Dia Bukan Negarawan
-
Cerita Ahok Dilarang Megawati Mundur dari Pertamina demi Ganjar: Kasihan Anakmu Masih Kecil
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
Terkini
-
TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan
-
Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas
-
Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta
-
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun
-
Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban
-
Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator
-
Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun
-
Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran
-
Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar
-
DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen