Suara.com - Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto menerima ucapan selamat dari Presiden Prancis Emmanuel Macron atas keunggulannya dalam perolehan suara sementara Pilpres 2024. Macron mengucapkan selamat kepada Prabowo melalui sambungan telepon pada hari Jumat (8/3/2024).
Dalam percakapan berbahasa Prancis itu, Macron memanggil Prabowo dengan panggilan rekan, sedangkan Prabowo secara formal menyebutnya 'yang mulia'.
"Oh, rekan saya, Pak Presiden. Saya ingin mengucapkan selamat atas hasil pemilu Anda yang luar biasa. Selamat," kata Macron.
Prabowo lantas membalas ucapan Macron dan mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih banyak Yang Mulia. Terima kasih banyak, Bapak," jawabnya.
Momen tersebut juga diunggah Prabowo lewat akun instagram peribadinya. Sambil mengunggah momen dirinya mengangkat telpon dari Macron, Prabowo tampak begitu bangga mendapat kehormatan dari orang nomor sati di Prancis itu.
"Sebuah kehormatan besar bagi saya untuk menerima telepon dari sahabat saya, Presiden Republik Prancis, Yang Mulia Emmanuel Macron," ucapnya.
Menurut Prabowo, persahabatan mendalam antara Indonesia dan Prancis memiliki peran penting dalam langkah kita mencapai Indonesia Emas 2045. Terlebih, kedua negara itu sudah menjalin kerjasama selama puluhan tahun.
"Terima kasih telah menjadi mitra strategis bagi Indonesia selama lebih dari 70 tahun, sebuah hubungan bilateral yang terjalin hingga kini. Kami berkomitmen melanjutkan kemitraan ini untuk masa depan," katanya.
Baca Juga: Anggaran Makan Siang Gratis Nggak Masuk Akal? Begini Kata Sri Mulyani
Sebelumnya, Prabowo juga mendapatkan ucapan selamat dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas perolehan suara terbanyak menurut hasil hitung cepat Pemilu 2024.
Selain Erdogan dan Macron, sejumlah pimpinan negara juga memberikan ucapan serupa diantaranya Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. atau Bongbong Marcos, juga Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese dan masih banyak lagi.
Berita Terkait
-
Anggaran Makan Siang Gratis Nggak Masuk Akal? Begini Kata Sri Mulyani
-
Hasil Rekapitulasi KPU: Prabowo-Gibran Kuasai Daerah Istimewa Yogyakarta
-
Pemimpin Negara Ini Sudah Ucapkan Selamat ke Prabowo Subianto, Terbaru Presiden Prancis
-
Mulai Diproduksi, Senyum Gibran di Pigura Foto Wakil Presiden Jadi Perbincangan: Bakal Laris Manis!
-
Ganjar-Mahfud 'Menang' Soal Penggunaan Dana Kampanye, Tapi 'Babak Belur' Soal Perolehan Suara
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Volume Kendaraan Masuk-Keluar DIY via Prambanan Seimbang, Arus Lalu Lintas Masih Ramai Lancar
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
Terkini
-
Cerita Perempuan Mudik Sendiri di Tengah Padatnya Terminal Pulo Gebang, Aman atau Rawan?
-
Perang Iran vs AS-Israel Picu Krisis Energi, PBB: Saatnya Beralih ke Energi Terbarukan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Peneliti LIPI Sebut Dinamika Politik 'Keluarga Solo' sebagai Perilaku Menyimpang
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Suhu Jakarta Tembus 35,6 Derajat Celsius, Warga Diimbau Waspada Risiko Heat Stroke
-
Todung Mulya Lubis: Dalang Peristiwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Harus Dibongkar Demi Keadilan
-
Sinyal Bahaya? Legislator Golkar Soroti Tekanan Struktural di Balik Melebarnya Defisit APBN 2025
-
Update Posisi Hilal Jelang Idul Fitri di Negara-negara Timur Tengah, Kapan Lebaran 2026?
-
YLBHI Soroti Kejanggalan Kasus Andrie Yunus, Pelaku Diduga Hanya Pelaksana