Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi penjelasan mengenai bisa tidaknya program makan siang gratis berjalan jika Prabowo-Gibran terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI mendatang.
Penjelasan ini disampaikan Sri Mulyani saat berbincang dengan Najwa Shihab dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Youtube Najwa Shihab.
"Makan siang gratis itu mungkin ga kita lakukan, dan anggarannya cukup ga kalau kita kasih makan siang gratis?" tanya Najwa Shihab.
Baca Juga:
Ganjar Pranowo Pamer Makan Siang Bareng Siti Atikoh dan Alam Ganjar, Netizen: Gratis Pak?
Diungkap Mahfud MD, Begini Respon Ganjar Usai Dilaporkan ke KPK
Sri Mulyani tidak langsung menjawab. Ia sempat diam sebentar lalu berbisik ke Retno Marsudi yang ada di sampingnya. Setelah itu, baru Sri Mulyani memberi penjelasan.
"Pokoknya kita mengelola dan menyiapkan APBN tentu berkonsultasi. Kalau sekarang saya sebagai menteri keuangan pembantu Presiden. Dan presidennya Bapak Jokowi jadi saya minta arahan dari Bapak Presiden," ujar dia.
Arahan tersebut kata Sri Mulyani mengenai rancangan desain anggaran untuk tahun 2025 seperti apa. Menurut Sri Mulyani, apakah nanti Presiden Jokowi sendiri yang mau berkonsultasi dengan pemerintahan selanjutnya atau melibatkan dirinya juga.
Baca Juga: Istri Kaesang, Erina Gudono Jadi Bakal Calon Bupati SlemanYogyakarta 2024
"Jadi ini paralel semuanya sedang dalam dikomunikasikan karena belum ada hitung-hitungan benar-benar desainnya seperti apa, aku juga ga bisa ngomong juga sih, Na," kata Sri Mulyani.
Menurut Sri Mulyani saat ini proses rancangan APBN sedang berjalan. Di bulan Maret ini, penyusunan sudah masuk ke angka yang lebih konkret.
Karena itu kata Sri Mulyani nanti akan dibicarakan kementerian mana yang melaksanakan program makan siang gratis, lalu bagaimana anggaran kementerian tersebut.
Atau kata Sri Mulyani juga bisa dibahas kemungkinan apakah pelaksanaan program makan siang gratis ini sebagian anggarannya dibagi ke pemerintah daerah.
Menurutnya, banyak sekali hal yang perlu dibahas jika ingin melaksanakan program makan siang gratis di tahun anggaran selanjutnya.
"Banyak sekali (yang dibahas), berbagai macam kemungkinan karena desainnya belum settle jadi kita konsultasi saja terus, jadi nggak bisa ngomong mengada-ada," ujar Sri Mulyani.
Berita Terkait
-
Istri Kaesang, Erina Gudono Jadi Bakal Calon Bupati SlemanYogyakarta 2024
-
Adu Isi Tas Retno Marsudi vs Sri Mulyani: Ada yang Bawa Karung Isi Termos Air
-
Anggap Pemilu 2024 Terburuk dalam Sejarah, Sekber F-PDR Kecam Penyalahgunaan Kekuasaan Jokowi
-
Hasil Rekapitulasi KPU: Prabowo-Gibran Kuasai Daerah Istimewa Yogyakarta
-
Pemimpin Negara Ini Sudah Ucapkan Selamat ke Prabowo Subianto, Terbaru Presiden Prancis
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Volume Kendaraan Masuk-Keluar DIY via Prambanan Seimbang, Arus Lalu Lintas Masih Ramai Lancar
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
Terkini
-
AS Klaim Hantam Situs Rudal Bawah Tanah Iran Dekat Selat Hormuz dengan Bom 2.268 Kg
-
Cerita Perempuan Mudik Sendiri di Tengah Padatnya Terminal Pulo Gebang, Aman atau Rawan?
-
Perang Iran vs AS-Israel Picu Krisis Energi, PBB: Saatnya Beralih ke Energi Terbarukan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Peneliti LIPI Sebut Dinamika Politik 'Keluarga Solo' sebagai Perilaku Menyimpang
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Suhu Jakarta Tembus 35,6 Derajat Celsius, Warga Diimbau Waspada Risiko Heat Stroke
-
Todung Mulya Lubis: Dalang Peristiwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Harus Dibongkar Demi Keadilan
-
Sinyal Bahaya? Legislator Golkar Soroti Tekanan Struktural di Balik Melebarnya Defisit APBN 2025
-
Update Posisi Hilal Jelang Idul Fitri di Negara-negara Timur Tengah, Kapan Lebaran 2026?