Suara.com - Tim gabungan Basarnas berhasil mengevakuasi mengevakuasi pilot Smart Air, Captain M Yusuf, dari lokasi jatuhnya pesawat di Tarakan, Kaltara, Minggu (10/3/2024).
Video mengharukan detik-detik evakuasi sang pilot tersebar di media sosial Instagram, salah satunya diunggah akun @surakartakita, Senin (11/3/2024).
Dalam video itu, M Yusuf terlihat mengalami luka di kepala. Dia juga dalam kondisi lemas dan hanya bersandar di sebuah pohon besar.
Yusuf bahkan menangis saat tim gabungan berada di lokasi pesawat jatuh. Petugas kemudian memberikan air putih dan menyuapi dengan roti.
Dalam melaksanakan evakuasi ini, Heli Caracal H-2207 dikerahkan untuk menuju ke LKP.
Sementara proses evakuasi ini dibagi menjadi dua shorty yang di antaranya shorty pertama mengevakuasi Basarnas dua orang, TNI dua orang dan Brimob dua orang, selanjutnya untuk shorty kedua yaitu dari anggota Basarnas satu orang, TNI dua orang dan warga dua orang.
Dua awak yang menjadi korban jatuhnya Pilatus PC-6 Porter PK-SNE di Nunukan, Kalimantan Utara, telah ditemukan dan dibawa ke rumah sakit.
Satu orang pilot ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan satu lainnya, mekanik, ditemukan meninggal dunia.
"Seluruh korban dapat terevakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Jusuf SK untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata Kepala Basarnas Tarakan Syahril, dilansir dari ANTARA.
Baca Juga: Takut Banget, Dikta Punya Pengalaman Tak Mengenakkan Saat Naik Pesawat
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi