Suara.com - Program makan siang gratis yang dijadikan unggulan pasangan Capres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming masih menjadi perdebatan. Tidak hanya di kalangan warganet tapi juga masyarakat.
Pasalnya nilai uang Rp 15 ribu di daerah bisa berbeda-beda. Dengan UMR di Indonesia yang bisa berbeda jauh dari satu daerah dan daerah lainnya menu makannya jadi perbincangan.
Soal jatah makan Rp 15 ribu ini anak muda pun ikut ditanya, apakah cukup Rp 15 ribu untuk makan siang?
“15 ribu menurutku enggak cukup ya, karena anak Gen Z gitu loh. Culture- nya itu kan udah, apalagi di Jaksel itu. International School ya, makannya Salmon yang kayak gitu ya. Menurutku enggak cukup sih 15 ribu itu. Uang kecil itu menurutku,” jelas pemuda tersebut di akun @balitoday.
Pertanyaan kedua diajukan pada seorang Perempuan. Menurutnya jatah 15 cukup karena anak-anak porsinya tidak seperti orang dewasa.
“Menurut aku sih cukup aja. Karena kalau anak kan porsinya tidak seperti orang dewasa. Nasi jingo aja cukup 5 ribu,” ujarnya.
Sedangkan yang ketiga seorang Perempuan lagi yang mengatakan tidak cukup dan membandingkannya dengan beli voucher game.
“Menurutku sih enggak cukup ya, Top Up FF aja seratus ribu, ya kan,” ucapnya sambil tertawa.
Warganet pun ikut bereaksi dengan opini para pemuda ini.
Baca Juga: Rekap Suara Nasional KPU: Prabowo-Gibran Unggul Di Papua Tengah
“International school sudah pasti tidak dapat makan siang gratis. lha wong makan siang gratis buat anak2 yg tidak mampu kok, ujar @ragil***
“Jujur, makan siang saya bisa 14.000 (nasi, ikan tongkol, sayur labu dan telur dadar) berarti mba yg jual dah dpt untung. Jakarta,” ujar @phillip***
“Gaya lu makan salmon…. Biasa makan ikan sapu2 ajaaaa luuu….” Ujar @bu***
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang
-
Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis