Suara.com - Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo menegur Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari. Teguran itu lantaran sikap Hasyim yang tampak tertidur dan kurang bersemangat saat mengikuti sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau PHPU.
Momen teguran Suhartoyo kepada Hasyim yang tampak tertidur terjadi usai Guru Besar Ekonomi Insitut Pertanian Bogor (IPB) Didin S. Damanhuri selesai menyampaikan paparan sebagai saksi ahli.
Suhartoyo kemudian mempertanyakan KPU sebagai pihak termohon apakah ada pertanyaan atau tidak. Tetapi pertanyaan yang diajukak Suhartoyo ini tidak mendapatkan respons cepat dari pihak KPU.
Melihat ke arah Hasyim yang tampak sedang tertidur, Suhartoyo lantas memberikan teguran. Ia bertanya apakah Hasyim memang tertidur atau tidak.
"Pak Hasyim tidur ya?" tanya Suhartoyo kepada Hasyim di ruang sidang, Selasa (2/4/2024).
Mendengar pertanyaan dari Suhartoyo, tampak Hasyim menegakkan posisi duduknya. Sesaat sebelumnya posisi badan Hasyim tampak menunduk. Ia kemudian menegaskan tidak ada pertanyaan yang ingin diajukan.
Sebelumnya dalam sidang yang sama, Suhartoyo juga menegur Hasyim supaya tidak terlalu santai. Ia meminta Hasyim bersemangat.
Momen Suhartoyo meminta Hasyim semangat ini terjadi saat Putu Artha selaku saksi ahli dari Ganjar-Mahfud menyelesaikan keteranganya. Suhartoyo menanyakan Hasyim apakah ada pertanyaan terkait keterangan dari saksi.
"Dari permohon ada pertanyaan?" tanya Suhartoyo.
Baca Juga: Gibran Tantang Balik Soal Keterlibatan Jokowi dan Bansos di Sidang MK: Buktikan Saja
"Terima kasih majelis. Saudara ahli, sekiranya saudara membaca amar putusan MK nomor 90. Sekiranya saudara ada mungkin bisa dibaca," kata Hasyim.
Mendengar nada bicara Hasyim yang pelan, Suhartoyo lantas meminta Hasyim lebih semangat.
"Semangat sedikit, pak," kata Suhartoyo.
Hasyim lantas berdalih nada bicaranya pelan demi menghormati saksi ahli.
"Saya pelan-pelan menghormati ahli, nanti kalau terlalu ini," imbuh Hasyim.
Meski begitu, Suhartoyo malah meminta Hasyim untuk tidak terlalu santai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran