News / Nasional
Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB
Massa berbaju hitam dalam aksi demonstrasi di depan Menara BCA Sudirman masih bertahan di lokasi, meski waktu telah menunjukkan pukul 20.15 WIB. [Suara.com/Faqih]
Baca 10 detik
  • Mahasiswa dari berbagai universitas Jabodetabek menggelar aksi demonstrasi menuntut kebijakan pemerintah di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
  • Massa menyampaikan lima tuntutan, termasuk penurunan harga kebutuhan pokok, penghentian pemborosan anggaran, serta penolakan terhadap militerisme sipil.
  • Hingga pukul 20.15 WIB, massa masih bertahan di depan Menara BCA sehingga menyebabkan arus lalu lintas terhenti total.

Suara.com - Massa dalam aksi demonstrasi di depan Menara BCA Sudirman masih bertahan di lokasi meski waktu telah menunjukkan pukul 20.15 WIB.

Pantauan Suara.com di lokasi menunjukkan massa yang masih bertahan mengenakan pakaian serba hitam.

Sementara itu, mahasiswa yang melakukan aksi sejak siang hari telah meninggalkan lokasi.

Meski demikian, kondisi di lapangan belum menunjukkan tanda-tanda massa akan dipukul mundur.

Namun, barrier polisi yang terbuat dari besi masih berada di lokasi untuk menghalau massa.

Diketahui, sejak siang tadi sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah Jabodetabek menggelar aksi demonstrasi.

Mereka berencana menyampaikan aspirasi di Bundaran HI. Namun, dalam perjalanannya, mereka dihadang oleh aparat TNI-Polri.

Hingga malam hari, massa masih terus berhadapan dengan aparat. Sementara itu, arus lalu lintas dari Dukuh Atas menuju Bundaran HI maupun sebaliknya sudah tidak dapat dilalui kendaraan.

Ada lima tuntutan yang disuarakan mahasiswa dalam aksi kali ini, yakni:

Baca Juga: Banyak Inovasi Mahasiswa Mandek di Kampus, Ini Caranya Supaya Bisa Jadi Bisnis

  1. Stop pemborosan APBN;
  2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM;
  3. Hentikan Program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih;
  4. Hentikan militerisme di ranah sipil;
  5. Menuntut Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.
Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (12/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]

Sebelumnya diberitakan bahwa Polda Metro Jaya tidak mengizinkan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan Bundaran HI termasuk kawasan vital lalu lintas dan pusat aktivitas masyarakat berdasarkan Pergub DKI Jakarta Nomor 232 Tahun 2015.

Menurut Budi, kawasan Bundaran HI, Semanggi, hingga Senayan merupakan jantung lalu lintas Jakarta. Jika terjadi kemacetan atau penutupan di lokasi tersebut, dampaknya dapat meluas ke ruas jalan lain dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Meski demikian, polisi menegaskan tidak melarang penyampaian pendapat di muka umum. Demonstrasi tetap diperbolehkan di lokasi yang telah disediakan, seperti kawasan depan DPR RI atau Medan Merdeka Selatan, sehingga aspirasi masyarakat tetap tersampaikan tanpa mengganggu kepentingan publik yang lebih luas.

Sebelumnya, mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek berupaya menggelar aksi di Bundaran HI, namun dihadang aparat TNI-Polri. Hingga malam hari, massa masih bertahan dan berhadapan dengan petugas. Akibat situasi tersebut, arus lalu lintas di jalur Dukuh Atas–Bundaran HI maupun sebaliknya tidak dapat dilalui kendaraan.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, dan mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang terjadi.

Load More