Suara.com - Sebuah insiden tabrak lari yang melibatkan salah satu mobil yang diduga menabrak sejumlah pengemudi termasuk pemotor dan sopir viral di media sosial.
Terduga pelaku sengaja menghindari kejaran massa dan masuk ke dalam tol. Sopir tersebut juga sempat terkepung di dalam tol di mana masa mencegat di sejumlah pintu keluar tol.
Melansir Instagram @kabarnegri, Rabu (17/4/2024) kejadian diketahui pada Selasa (16/4/2024) malam. Peristiwa terjadi pada pukul 22.30 WIB. Terduga pelaku awalnya menyerempet mobir di wilayah Harapan Indah.
Sopir tersebut memilih kabur dan lari menuju Tol Margajaya, Kota Bekasi. Awalnya mobil Yaris putih yang dikendarai terduga pelaku sempat mengurungkan niatnya masuk tol. Meski begitu, pengejaran yang dilakukan warga, kembali menggiring terduga pelaku masuk ke dalam tol.
Baca Juga:
Berapa Harga Rumah Joglo Anies Baswedan? Kini Pendopo dan Genteng Terancam Diambil Pemda
Kekayaan Pendeta Gilbert Lumoindong yang Ledek Zakat Umat Islam, Pendapatan 30 Kali UMR Jakarta?
"Korban tabrak lari banyak banget ini lagi ngepung. (Terduga pelaku) masih di dalam tol sekarang," ujar pria dari video yang dibagikan.
Belum diketahui jumlah korban yang jatuh akibat insiden tabrak lari tersebut. Namun perekam sempat menyebutkan ada sedikitnya 20 motor yang terdampak termasuk mobil.
"Pelaku menerobos pintu masuk tol dan menabrak Brio merah sebelum akhirnya diamankan di dalam Tol Margajaya," tulisnya.
Hingga kini terduga pelaku berinisial MH sudah diamankan. Kejadian sendiri diketahui karena adanya serempetan mobil antara terduga pelaku dan pengandara lain.
Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Erna Ruswing Andari mengatakan bahwa MH akan bertanggungjawab dengan kecelakaan yang ia perbuat.
"Dia diteriaki sama siapa akhirnya lari dan kabur keluar Harapan Indah," ujar Erna.
Kecelakaan tersebut diselesaikan dengan cara kekeluargaan pasalnya, Erna mengaku bahwa kerusakan yang terjadi antara terduga pelaku dengan seorang korban yang diserempet.
Berita Terkait
-
Viral Ustaz Mengajar 85 Anak Tanpa Bayaran, Rela Lapar dan Hampir Terusir dari Kontrakan
-
Tegur Pengendara Merokok, Aldi Jadi Korban Pemukulan dan Desak Pelaku Segera Diproses Hukum
-
Viral Ibu Ini Jual Emas Koleksinya 23 Tahun Lalu, Beli Rp41 Juta Kini Dijual Rp927 Juta
-
Di Pesantren saat Longsor, Santri Ini Harus Terima Kenyataan Pilu Seluruh Keluarga Meninggal
-
Viral Ibu Pemilik Warung Menangis dan Sungkem ke Gus Miftah, Tuai Pro Kontra
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Risiko Matahari Kembar di Tubuh Polri, Mengapa Kapolri Pilih Mundur Ketimbang Jadi Menteri?
-
Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?
-
Geger! Jutaan Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dirilis, Nama Donald Trump Muncul 5.300 Kali
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu
-
KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung
-
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital
-
Banjir Ganggu Transjakarta Pagi Ini, 3 Rute Dialihkan dan Sejumlah Halte Tak Terlayani
-
Menag Nasaruddin Umar: NU Pesantren Besar, Kuat karena Akhlak dan Moderasi