Suara.com - Seorang pria yang diduga merasa terganggu dengan suara speaker masjid ketika digunakan unul bersolawat viral di media sosial.
Rumahnya yang bersebelahan dengan rumah ibadah umat muslim ini terdengar suara kencang anak-anak pada sore hari yang tengah bersolawat.
Mengutip Instagram @kabarnegri, Selasa (23/4/2024), seorang pria berkaus biru donker menunjukkan kondisi serta suasana rumahnya yang kencang dengan suara speaker masjid.
"Saya itu bukannya enggak mau rumah dekat masjid ya, tapi kalau masjidnya kayak gini, sore-sore sebelum maghrib itu berisik kayak gini, ganggu banget ya," ujar pria tersebut.
Baca Juga:
Hitung-hitungan Harga Rumah Mewah Andika Perkasa, Kalau Dibayar KPR Bisa Berapa Ribu Tahun?
Dipamerkan Usai Putusan MK, Harga Satu Cincin Hotman Paris Setara Total Kekayaan Anies Baswedan
Waktu sore yang bisa digunakan untuk istirahat, justru diganggu dengan suara berisik yang dialami pria tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa sebuah aktivitas yang dianggap baik oleh seseorang ketika dilakukan jangan sampai mengganggu orang lain.
Dalam kasus pria tersebut, memang bersolawat sangat baik dilakukan umat muslim. Namun hal itu dianggap mengganggu karena penggunaan speaker yang terlalu kencang.
"Jadi kalau ada kebaikan yang kita anggap baik, jagan sampai mengganggu orang lain. Tapi kalau kita protes dengan suara yang berisik seperti ini, kita dianggap sebagai penista agama atau menganggap menolak kebaikan nah itu kan parah banget ya," ujar dia.
Memang dalam video yang beredar, suara speaker keluar dengan sangat kencang. Pria tersebut yang menganggap suara speaker yang terlalu kencang tentu mengganggu orang lain.
Ia pun memberikan pernyataan yang langsung mendapat respon dari netizen, yang menuai pro kontra.
"Saya sepakat dengan Anda mas, beribadah tak harus sampai mengganggu orang lain, semga takmir bijaksana," ujar salah satu netizen.
"Sebenarnya kalau mau puji-pujian (sholawat) aja enggak usah pakai TOA luar, cukup pakai speaker dalam aja sudah lebih tenang," kata lainnya.
"Aneh ini orang, maennya kurang jauh, pulang kurang pagi," celetuk netizen lain menyindarr.
Berita Terkait
-
Aparat yang Sidak Penjual Es Kue Jadul Minta Maaf Sudah Salah Tuduh: Bentuk Respons Cepat
-
Viral Pemotor Merokok Pukul Penegur di Palmerah, Pelaku Catut Nama Polisi
-
Viral Es Gabus Johar Baru Dikira Pakai Busa Kasur, Polisi Akui Salah Simpulkan dan Minta Maaf
-
Dubai Chewy Cookie Viral, Dessert Unik yang Ramai Dicoba Idol K-pop
-
Viral Stadion Barcelona: Biaya Renovasi Capai Rp25 T, Atap Bocor Camp Nou Kebanjiran
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
Terkini
-
Rusdi Masse Mundur, NasDem Siapkan Pengganti Pimpinan Komisi III dan Tunjuk Ketua DPW Baru
-
Waspada Siomay Campuran Ikan Sapu-Sapu, Dinas KPKP DKI Ingatkan Bahaya Logam Berat yang Mengintai
-
Viral Guru SD 30 Tahun Mengabdi Dilaporkan ke Polisi Usai Menegur Murid, Keluarga Minta Dukungan
-
Profil Sari Yuliati: Srikandi Golkar yang Resmi Gantikan Adies Kadir sebagai Wakil Ketua DPR RI
-
Kejagung Klaim Masih Telusuri Aset Jurist Tan di Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 T
-
Jakarta Siaga Banjir, Pramono Anung Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 1 Februari 2026
-
KPK Periksa 17 Saksi Kasus Dugaan Suap Pajak PT Wanatiara Persada, Termasuk Sang Direktur
-
RUU PPI Masuk Prolegnas, WALHI Nilai Negara Masih Gagal Membaca Krisis Iklim
-
Dikabarkan Bakal Masuk Kabinet Prabowo, Budisatrio Djiwandono Tanggapi Begini
-
Diduga Tak Profesional, Tiga Kepala Kejaksaan Negeri Diperiksa Jamintel Kejagung