- Indonesia resmi membeli sistem rudal supersonik BrahMos PJ-10 dari India untuk modernisasi dan penguatan pertahanan laut nasional.
- Rudal BrahMos sangat berbahaya karena kecepatan Mach 2–2,8, terbang rendah, manuver akhir, dan memiliki pantulan radar kecil.
- Sistem BrahMos PJ-10 fleksibel karena dapat diluncurkan dari berbagai platform, termasuk kapal, darat, dan pesawat tempur.
Suara.com - Indonesia resmi menyepakati pembelian sistem rudal supersonik BrahMos PJ-10 dari India.
Kesepakatan ini dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan RI sebagai bagian dari langkah besar modernisasi alat utama sistem persenjataan nasional.
Menurut Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait seperti dilansir dari Reuters, bahwa pengadaan rudal tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kekuatan militer, terutama untuk memperkuat pertahanan di wilayah laut.
Sistem rudal supersonik BrahMos PJ-10 kerap disebut analis pertahanan sebagai salah satu cruise missile paling berbahaya di dunia saat ini.
Dikutip dari media Rusia, Tass, Rudal hasil kerja sama India–Rusia ini dinilai sangat sulit dicegat karena kecepatan tinggi, terbang rendah, serta kemampuan manuver di fase akhir.
Sejumlah pengamat militer luar negeri menyebut keunggulan BrahMos membuat sistem pertahanan udara modern hanya memiliki waktu reaksi sangat singkat.
“Karena kecepatannya mendekati Mach 3 dan terbang rendah, sistem pertahanan biasanya hanya punya sekitar 20–30 detik untuk bereaksi setelah rudal terdeteksi,” tulis laporan Missile Thret.
Kecepatan supersonik menjadi faktor utama yang membuat BrahMos PJ-10 sangat ditakuti.
Rudal ini dapat melaju antara Mach 2 hingga Mach 2,8, jauh lebih cepat dibanding kebanyakan rudal jelajah subsonik yang digunakan banyak negara Barat.
Baca Juga: India Sodorkan BrahMos ke Indonesia: Rudal Supersonik Ganas, Apa Hebatnya?
Selain cepat, BrahMos juga terbang di ketinggian rendah sehingga sulit terdeteksi radar.
Dalam fase akhir, rudal dapat melakukan manuver ekstrem seperti zig-zag, gerakan S, hingga menukik tajam untuk menghindari sistem pertahanan kapal, termasuk CIWS.
Laporan analis pertahanan juga menyebut radar cross section rudal ini relatif kecil.
Desain badan rudal dan penggunaan material komposit membuat pantulan radar rendah, sehingga dalam beberapa kasus terlihat seperti objek kecil di layar radar.
Keunggulan lain adalah fleksibilitas platform peluncur.
BrahMos PJ-10 dapat ditembakkan dari kapal perang, kapal selam, peluncur darat, peluncur pantai, hingga pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI, menjadikannya cocok untuk perang laut modern.
Berita Terkait
-
4 Fakta Menarik Rudal BrahMos PJ-10 yang Baru Dibeli Indonesia: Setara Tomahawk Milik AS
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Geger Kabar Selebgram Ayu Aulia Dilantik di Kemhan, Jenderal TNI Turun Tangan Beri Klarifikasi
-
Kemhan Bantah Ayu Aulia jadi Tim Kreatif: Tidak Pernah Dilantik!
-
Ayu Aulia Ditunjuk Jadi Tim Kreatif Kemenhan RI, Ini Deretan Kontroversi Si Model Seksi
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik
-
KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya
-
KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur
-
Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki