Suara.com - Pendudukan Israel terhadap Palestina kini tiba di titik puncak usai keputusan Israel untuk menutup akses masjid Al-Aqsa, Yerusalem di bulan Ramadan 2026 ini.
Keputusan ini menambah panasnya konflik Israel dan Palestina sehingga kembali mengubah kondisi geopolitik dunia di Timur Tengah.
Negara-negara Muslim berbondong-bondong memberikan kecaman keras terhadap keputusan yang diambil oleh Israel tersebut.
Sejumlah negara telah memberikan pernyataan tegas dan akan mengambil tindakan serius jika blokade Al-Aqsa tak segera diurungkan oleh Israel.
Simak fakta Israel blokade Al-Aqsa berikut selengkapnya.
Awal mula penutupan
Mengutip Al Jazeera, Kamis (12/3/2026), blokade ketat terhadap Masjid Al-Aqsa ini telah berlangsung selama 12 hari berturut-turut, terhitung sejak awal Maret 2026.
Penutupan akses ini menjadi sangat kontroversial karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Israel dinilai mengambil keputusan yang tak manusiawi pada masa umat Muslim seharusnya meningkatkan intensitas ibadah di masjid tersebut.
Baca Juga: Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian
Israel secara sepihak menutup gerbang-gerbang utama menuju kompleks Al Haram A Sharif, sehingga mencegah masuknya jamaah yang ingin menunaikan salat fardu maupun tarawih.
Tindakan ini memicu ketegangan besar di Yerusalem Timur, mengingat durasi penutupan yang cukup lama di tengah momen religius yang sangat penting bagi masyarakat Palestina dan umat Islam dunia.
Nasib jemaah Al-Aqsa nelangsa
Selama masa blokade, jamaah Al-Aqsa mengalami pembatasan ruang gerak yang sangat represif di wilayah Kota Tua Yerusalem.
Pasukan keamanan Israel menerapkan penjagaan ketat dan pemeriksaan berlapis yang menghalangi warga untuk mencapai tempat ibadah mereka.
Middle East Monitor melaporkan warga Palestina yang terpaksa melakukan salat di jalanan aspal atau lorong-lorong sempit di luar gerbang karena akses masuk ditutup total.
Berita Terkait
-
Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian
-
Intelijen Basi, 2 Serangan Fatal AS dan Israel di Iran Gagal Total Akibat Data Usang
-
Iran Rusak Sistem Keamanan Udara Israel, Rezim Zionis Kocar-kacir Sulit Halau Rudal 'Kiamat'
-
Pakar Militer Ungkap Fakta Kerusakan Israel hingga Warga AS Diminta Kabur
-
Menghitung Amunisi Perang AS, Israel dan Iran, Siapa Duluan Habis?
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis