Suara.com - Kabar tidak mengenakkan datang dari Politisi Partai Demokrat Andi Arief. Aktivis 98 ini dikabarkan menderita penyakit kanker hati.
Awal mula mengenai kabar sakitnya Andi Arief ini diketahui dari postingan yang bersangkutan di akun X pada 6 Mei 2024 kemarin.
Baca Juga:
Andi Arief Sesumbar Sebut Peluang 01 dan 03 Menang di MK Nol Persen, Warganet: Takabur
Dalam postingannya, Andi Arief mengunggah foto tengah berada di salah satu rumah sakit di Singapura yaitu National University Hospital.
Dari foto itu terlihat Andi Arief berada di bagian transplantasi organ di rumah sakit tersebut. Dalam keterangan fotonya, Andi Arief menulis tentang kerelaan menerima kenyataan.
"Tidak semua hal dalam hidup ini bisa bisa kita kontrol dan raih, pada akhirnya kita harus menerima kenyataan," tulis Andi Arief.
Selanjutnya Andi Arief memohon doa dari semua pihak agar dirinya bisa segera mendapatkan pendonor hati. "Mohon doa, agar segera dapat pendonor hati," kata dia.
Kepastian mengenai penyakit yang diderita Andi Arief dikabarkan rekan satu partainya, Jansen Sitindaon lewat akun X.
Baca Juga: Menperin: Gas Industri Dalam Negeri Miliki Peran Penting Dorong Sektor Pengolahan
Menurut Jansen, Andi Arief menderita penyakit yang mirip dialami oleh Dahlan Iskan dan Nurcholish Madjid atau Cak Nur. Seperti diketahui Dahlan Iskan dan Cak Nur sama-sama menderita kanker hati.
"Teman-teman semua bang Andi Arief lagi sakit. Sakitnya mirip yang dialami pak Dahlan Iskan, Cak Nur dulu dll," tulis Jansen di X.
Menurut Jansen, Andi Arief kini sedang membutuhkan orang yang mau mendonorkan hatinya. Ia juga meminta doa dari semua pihak agar Andi Arief diberi kesembuhan.
"Beliau butuh donor hati utk transplan. Semoga donornya segera dapat & proses pemulihannya lancar. Mari kita doakan diberi kesehatan kembali utk bang AA pejuang demokrasi kita," ucap Jansen.
Berita Terkait
-
Menperin: Gas Industri Dalam Negeri Miliki Peran Penting Dorong Sektor Pengolahan
-
Siapa Fat Cat? Kisah Tragis Gamer China Tewas Usai Diputuskan Pacar, Padahal Sudah Kasih Miliaran
-
Ulasan 'Beautiful Pain' oleh BTOB: Lagu Patah Hati yang Banyak Mengandung Pesan Moral
-
4 Rekomendasi Film Selebgram Ternama Keanu Angelo, dari Beragam Genre!
-
Tak Tahu Idap Sinusitis, Sarwendah Awalnya Cuma Cek Kondisi Kista Batang Otak di Rumah Sakit
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
Terkini
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu