Suara.com - Sebuah video detik-detik seorang jambret yang melancarkan aksinya di salah satu pasar yang berada di Pandeglang, Jawa Barat viral di media sosial. Kecepatan pelaku yang tertangkap kamera nyaris tak ada satu detik.
Mengutip @memomedsos, Jumat (28/6/2024) terlihat seorang ibu-ibu yang tengah menunggu di atas sebuah motor. Diketahui, ibu-ibu tersebut tak hanya sendiri, namun bersama anaknya yang sedang berbelanja ke dalam pasar.
"Viral aksi penjambretan di Pasar Labuan, Pandeglang. Uang Rp42 juta raib dibawa pencuri," tulis caption video tersebut.
Korban sebelumnya dari salah satu bank untuk menarik uang cash sebesar itu. Setelahnya ia kembali ke motor dan berbelanja bersama anaknya.
Uang yang disimpan di dalam tas hanya diletakkan di bawah kakinya. Dalam waktu yang bersamaan seorang pria dengan kaus hitam melintas dan sesekali memperhatikan tas yang berada di dekat kaki korban.
Tak sampai sedetik, pelaku langsung menjambret tas dan berlari kencang. Warga sekitar di lokasi langsung mengejar korban.
Peristiwa itu pun mendapat berbagai sorotan dari netizen ada yang ikut kesal dengan ulah pelaku, namun ada juga yanng mengkritik korban yang teledor.
"Bisa-bisanya udah ngambil uang, tasnya disimpan di motor begitu aja. Emak-emak," kritik salah satu netizen.
"Sembrono, teledor," kata lainnya.
Baca Juga: Detik-detik Ambulans Bawa Pasien Dihentikan Rombongan Jokowi
"Mustahil sih kalau enggak ketangkep, apalagi di tempat rame begitu," kata netizen lain.
"Harusnya ketangkep enggak sih, kan rame itu. Lain kali lebih waspada buk," ingatkan netizen satunya.
"Motor ada bagasi, buat apa?" saran lainnya.
Kasus tersebut sudah dilaporkan pihak berwajib, namun pelaku diketahui berhasil kabur dengan motor Suzuki Satria yang sudah ia siapkan.
Tentu kasus di Pasar Labuan ini menjadi kewaspadaan dan pelajaran bagi warga yang berniat untuk mengambil uang banyak dan bepergian ke mana-mana. Setidaknya menjaga atau mengamankan uang tersebut lebih baik dibanding dibawa terlebih dahulu hanya sekedar berbelanja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis
-
Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor
-
Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta
-
Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung
-
Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus
-
Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum
-
Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah
-
Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar
-
Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer