Suara.com - Sebuah video viral menunjukkan sejumlah anak-anak kecil yang sedang pentas menari untuk perpisahan sekolah nyaris menjadi korban panggung ambruk. Bukan tanpa alasan, pentas yang dilakukan anak-anak tersebut dalam kondisi hujan deras.
Bukannya menghentikan acara terlebih dahulu atau menunda, kegiatan tetap nekat dilaksanakan. Imbasnya, hujan deras yang terjadi membuat atap panggung ambruk karena air dan nyaris membuat anak kecil tersebut celaka.
Melansir Instagram, @bandung.banget, Sabtu (29/6/2024) kondisi di lokasi tersebut memang terjadi hujan deras. Lima orang anak terlihat sedang menari untuk memeriahkan acara perpisahan tersebut.
Asyik menari, tiba-tiba atap panggung ambruk karena tak kuat menahan air hujan. Beberapa anak bahkan terjatuh. Beruntung panggung masih berdiri dan anak tidak sampai terpental ke luar panggung.
Tak ayal insiden kecil tersebut pun mendapat kecaman netizen, pasalnya penyelenggara tetap memaksakan acara di tengah hujan deras.
"Ko maksain ya?, udah hujan deras gitu masih aja naik penggung, kenapa enggak diberhentikan dulu," kritik netizen pertama.
"Kenapa sih di Indonesia itu sering banget memaksakan sesuatu?, padahal kan udah jelas bahaya banget atuh," kata lainnya.
"Udah tahu hujan, kenapa enggak suruh berhenti?" tanya lainnya.
Belum diketahui bagaimana nasib anak-anak tersebut yang mengalami insiden kejutan tersebut. Penyelenggara seharusnya bisa lebih bijak kembali ketika ingin menggelar acara.
Baca Juga: Hanya Karena Bantu Pemilik Motor, Pegawai Mie Ayam Babak Belur Dihajar Debt Collector
Jika sudah tak memungkinkan lebih baik untuk menunda dan mengganti acara yang lebih aman saat hujan deras.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok