Suara.com - Temuan mayat bayi di Kali Kadia, Kota Kendari, Provinsi Sultra pada Minggu (30/6/2024) membuat warga setempat geger. Mayat janin itu awalnya ditemukan oleh anak-anak yang sedang mandi di sungai tersebut.
Kepala Satuan Reskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi mengatakan jika mayat itu pertama kali ditemukan oleh dua orang anak yakni Haidil (12) dan Alfan (13) yang sedang asyik berenang pada pukul 16.00 WITA.
Tiba-tiba, satu dari dua bocah itu melihat sosok menyerupai boneka dalam keadaan hanyut terbawa arus kali itu.
"Kemudian saksi langsung mengambil benda yang menyerupai boneka tersebut," ujarnya dikutip dari Antara, Minggu.
Namun saat diambil benda tersebut, kata Fitrayadi, kedua saksi menyadari bahwa yang dilihatnya tersebut merupakan sosok mayat yang berbentuk janin.
"Saat itu juga kedua saksi langsung melaporkan temuannya kepada masyarakat di sekitar TKP (tempat kejadian perkara) tersebut," ujarnya.
Fitrayadi mengungkapkan setelah mengetahui hal itu, masyarakat kemudian melaporkan penemuan itu kepada pihak kepolisian dan langsung ditindak lanjuti dengan mendatangi TKP.
"Tindakan yang dilakukan, kami mengamankan dan melakukan olah TKP, serta membawa mayat itu ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.
Ia menambahkan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap pemilik janin yang ditemukan oleh warga di Kali Kadia, Kota Kendari itu.
"Identitas mayat nihil dan barang bukti nihil," ujar Fitrayadi.
Berita Terkait
-
Waktu Check-In Habis tapi Gak Keluar-keluar, Anggota DPRD Jayapura Ternyata Tewas di Balik Pintu Hotel
-
Misteri Janda Simpan Mayat Bayi di Lemari, Kasus Terungkap usai Anaknya yang Lain Cium Bau Busuk
-
Dibuang Pakai Motor Milik Korban, Pembunuh Mayat Pria Dalam Sarung Sempat Mutar-mutar Cari Tepat Sepi
-
Terdapat Luka Pada Jasad Pria Terbungkus Sarung di Pamulang Tangsel, Polisi Sebut Korban Baru Meninggal
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT