Suara.com - Buruknya kualitas udara di Jakarta rupanya tidak hanya berbahaya terhadap kesehatan pernapasan dan fungsi paru-paru. Tetapi juga bisa merusak organ tubuh terluar, yakni kulit.
Hingga Kamis (18/7/2024) pagi, kualitas udara Jakarta masih terpantau buruk dilihat dari indeks kualitas udara (AQI) yang tercatat berada di angka 158 berdasarkan situs pemantau kualitas udara IQAir. Angka itu menunjukan Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2,5 dan nilai konsentrasi 38,5 mikrogram per meter kubik.
Kategori tidak sehat diartikan sebagai kualitas udaranya yang justru dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif.
"Debu sangat berbahaya untuk kulit karena partikelnya yang sangat kecil dapat menembus lapisan kulit dan menyebabkan iritasi serta peradangan," kata dokter estetika dr. Marsella Setiawan, Msc. Aes.Med., dalam keterangannya kepada Suara.com, Kamis (18/7/2024).
Berdasarkan studi dari Journal of Investigative Dermatology juga menunjukkan bahwa paparan polusi udara, termasuk debu, dapat mengurangi kelembapan kulit dan meningkatkan kerutan.
Paparan debu dari polusi udara juga jadi salah satu pelaku utama terjadinya kulit yang kusam serta cepat menua.
"Debu yang menempel pada kulit dapat menyumbat pori-pori, menyebabkan peradangan, dan menghambat regenerasi sel kulit," jelasnya.
Bila memang harus beraktivitas di luar ruangan di sekitar Jakarta, dokter Marsella menyarankan agar rutin membersihkan wajah hingga tiga tahapan.
Pertama, menggunakan pembersih berbasis minyak untuk mengangkat kotoran dan makeup. Kemudian dilanjutkan dengan micellar water untuk membersihkan sisa kotoran dan minyak. Dan langkah terakhir pembersih wajah berbasis air untuk memastikan kulit benar-benar bersih dari semua kotoran.
Baca Juga: Bisa Merugikan Manusia! Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kelima di Dunia Senin Ini
"Facial bantu membersihkan pori-pori, mengangkat sel kulit mati, dan meningkatkan sirkulasi darah di wajah. Perawatan rutin ini bantu menjaga kulit tetap bersih, segar, dan bebas dari masalah kulit seperti jerawat dan komedo," ujar dokter Marsella.
Setelah dibersihkan, penting menggunakan pelembab agar kulit tetap terhidrasi. Berdasarkan American Academy of Dermatology, kulit yang terhidrasi dengan baik dan terjaga kesehatannya akan memancarkan kilau alami.
Hal itu yang membuat kulit sehat seperti bertekstur halus, elastisitas baik, dan tidak terjadi peradangan.
Berita Terkait
-
Penyakit Akibat Polusi Udara Bebani BPJS Kesehatan Hingga Rp 13 Triliun
-
Bisa Merugikan Manusia! Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kelima di Dunia Senin Ini
-
Pagi Ini, Kualitas Udara Jakarta Nomor Lima Terburuk di Dunia
-
Polusi Udara Bisa Menyusup Sampai ke Dalam Ruangan
-
Cegah Polusi di Dalam Rumah, Jangan Lupa Buka Jendela Secara Teratur
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar