Suara.com - Kepala Sekolah SMA Negeri 122 Jakarta, Mutia membeberkan alasan merekrut guru honorer untuk mengajar di sekolahnya. Faktor utamanya,h kekurangan tenaga pengajar yang tak kunjung ada solusi.
Hal ini disampaikan Mutia dalam Rapat Kerja Komisi E DPRD DKI, Selasa (23/7/2024). Dalam rapat itu, Mutia mengaku sebenarnya sudah meminta tambahan guru setiap kali ada kekurangan ke Dinas Pendidikan (Disdik).
"Kenapa kami mengangkat guru honorer? Awalnya adalah kebutuhan kami. Kami setiap bulan mengirim ancak (surat) ke Sudin, tetapi kan tidak serta-merta ada," ujar Mutia.
Padahal, kata Mutia, kebutuhan guru tambahan selalu ada. Apalagi, setiap tahunnya selalu ada guru yang pensiun.
"Sedangkan untuk sekolah saya, saya gambarkan tahun 2023, tiga orang pensiun. 2024 ini sudah empat orang pensiun, Sampai bulan ini. 2025 nanti lima orang pensiun. Apa yang harus kami lakukan?" ucap Mutia.
Akibatnya, kekurangan guru ini mengganggu berjalannya Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM). Para siswa pun tak mendapatkan pengajaran dan banyak jam kosong.
Sementara, mengalihkan guru untuk mengajar mata pelajaran lain juga tak memungkinkan karena ada batas jam mengajar.
"Fokus kami di sekolah tujuannya mencerdaskan kehidupan bangsa dan saat kami menunggu solusi dari Sudin atau Dinas, KBM berjalan terus. Hari demi hari KBM berjalan terus. Jam kosong-jam kosong hadir terus," jelasnya.
"Kami berikan tugas, anak tidak puas harus dibahas. Siapa yang membahas? 66 jam satu guru, tidak akan mungkin. Jadi, kami mengambil upaya optimal dulu," lanjutnya.
Ada juga upaya lain dengan mengajarkan siswa mata pelajaran lain yang gurunya tersedia. Namun, kerap kali cara ini berujung protes dari para siswa dan orang tua.
Akhirnya, demi kelancaran KBM di sekolah, Mutia tetap merekrut tenaga honorer sambil menunggu Disdik DKI menyalurkan guru baru.
"Itu alasan kami Mengambil langkah mengangkat guru honorer. Walaupun saya tahu persis, ini melanggar. Koordinasi saya sudah lakukan, tetapi kan tidak serta-merta Membalikkan telapak tangan Oleh Dinas dan Sudin," katanya.
Berita Terkait
-
Miris Masih Ada Guru di Jakarta Digaji Rp 200 Ribu, DPRD DKI Minta Disdik Angkat 4.000 Tenaga Honorer Jadi KKI
-
141 Guru Honorer di Jakarta yang Diputus Kontrak Balik Lagi ke Sekolah, Plt Kadisdik DKI: Kami Jamin Mereka Aman
-
Kuota Pendaftaran PPPK dan KKI Terbatas, Bagaimana Nasib Empat Ribu Guru Honorer di Jakarta?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?
-
Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar
-
Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji
-
17 Caption 17 Agustus Singkat Aesthetic untuk Instagram