Suara.com - Eks Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membantah dirinya intens melalukan komunikasi dengan Anies Baswedan. Bahkan, usai keluar penjara Januari 2019 lalu, ia mengaku baru tiga kali bertemu Anies.
Pertemuan pertama, kata Ahok, terjadi lima tahun lalu saat acara pelantikan di gedung DPRD DKI Jakarta. Ia mengakui tidak pernah membahas hal serius selama bertemu dengan eks Gubernur DKI itu.
"Intinya, saya baru pernah tiga kali ketemu Pak Anies di acara pelantikan DPRD DKI lima tahun lalu," ujar Ahok kepada Suara.com, Senin (5/8/2024).
Pertemuan kedua terjadi pada tahun lalu ketika ada acara di salah satu hotel di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Terakhir, keduanya berjumpa di acara pernikahan anak dari Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani bulan Juli lalu.
"Di rumah Ibu Shinta beliau nanya nomor WA (Whatsapp) saya," jelasnya.
Setelah itu, Anies sempat mengirimnya pesan untuk memastikan nomor Ahok. Namun, setelahnya Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP itu mengaku tak pernah lagi berkomunikasi dengan Anies.
"Belum (ada komunikasi setelah memberikan nomor ponsel)," pungkasnya.
Klaim Anies
Sebelumnya Mantan Gubernur DKI, Anies Baswedan mengaku kerap menjalin komunikasi dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bahkan, belakangan Anies mengeklaim intens berbincang lewat aplikasi pesan singkat, WhatsApp.
Baca Juga: NasDem Disebut Bakal Rugi Jika Lepas Dukungan Ke Anies Di Pilkada DKI
Ditanya soal ini, Anies mengaku obrolan keduanya hanya sebagai teman saja. Ia merasa hal ini biasa dilakukan dengan siapa saja.
"Ngobrol sebagai teman saja, sebagai sama-sama warga. Hal yang biasa kan itu, teman-teman juga komunikasi dengan siapa saja," ujar Anies di Jatiwaringin, Bekasi, Selasa (30/7/2024).
Anies bahkan mengaku tak membicarakan persoalan politik dengan Ahok. Meskipun, kini Ahok merupakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.
"Kita enggak pernah membahas urusan-urusan politik. Kita membahasnya tentang pribadi-pribadi kita aja," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Karena Ini, Pakar Sebut Duet Anies Baswedan - Jusuf Hamka di Pilkada Jakarta Tidak Akan Terealisasi
-
Berencana Borong Partai di Luar Koalisi, KIM Disebut Tak Pede dan Mau Jegal Anies di Pilkada Jakarta
-
Tiga Nama Paling Dominan Di Survei Digital Pilkada DKI, Anies Tertinggi
-
Posisi Anies Dinilai Tetap Aman Di Pilkada DKI, Meski NasDem Gabung KIM Plus
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko