Sementara, Komunikolog Politik & Hukum Nasional, KRT. Tamil Selvan mengapresiasi adanya peningkatan terhadap layanan tahanan yang ada di gedung baru Polres Metro Tangerang Kota. Menurutnya, layanan tahanan berupa sekat kaca dan disediakan telepon itu bisa meminimalisir masuknya barang-barang terlarang.
"Saya kira ini hal baik, sebab kita sama-sama tahu bahwa penjenguk ini sering merupakan oknum kaki-tangan tahanan yang membawa keluar atau membawa masuk barang-barang terlarang," kata Tamil.
Tamil mengatakan, dengan dilakukan metode baru tersebut, setiap kunjungan jadi dapat terpantau dengan mudah oleh petugas. Apalagi, lanjutnya, jika disertai dengan fasilitas rekaman pada telepon yang digunakan untuk berkomunikasi tersebut.
"Maka semua tindak kejahatan atau upaya menyembunyikan hasil kejahatan pasca seseorang ditahan, dapat diminimalisir. Sehingga saya yakin hal ini jika diterapkan di seluruh kantor polisi di Indonesia, maka akan dapat menekan angka kejahatan dan memutus rantai kejahatan itu sendiri," jelasnya.
Diketahui, tempat jenguk di Polres Metro Tangerang Kota yang nyaman tersebut berada di lantai 4 gedung pelayanan terpadu. Ruang layanan tahanan tersebut dilengkapi dengan beberapa ruang jenguk yang dibatasi dengan pembatas kaca dan fasilitas telepon duduk sebagai sarana komunikasi antara tahanan dan keluarganya yang sedang menjenguk.
Ruang tunggu yang dilengkapi fasilitas pelayanan publik, seperti: sofa tunggu yang terbuat dari kain, taman mainan anak, ruang laktasi, toilet dan kursi khusus disabilitas, pojok baca, kursi roda dan tongkat penyangga buat disabilitas, menambah kenyamanan bagi masyarakat yang datang untuk menjenguk keluarganya yang di tahan di Rutan Polres Metro Tangerang Kota.
Berita Terkait
-
Gibran Respons soal Nasi Jagung Jadi Menu Makan Siang Gratis: Yang Penting Cakupan Gizi Terpenuhi
-
Uji Coba Makan Bergizi Gratis Di SDN 4 Tangerang, Gibran Suguhi Menu Nasi Telur dan Susu Kemasan
-
Tak Gunakan Plastik Sekali Pakai, Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Tangerang Ternyata Pakai Ini
-
Gibran Uji Coba Makan Bergizi Gratis Di SDN 4 Tangerang, Siswa Disuguhi Menu Nasi Telur Dan Susu Kemasan
-
Warga Kampung Baru Tangerang Protes, Minta PT Alam Sutera Hentikan Pengerjaan Proyek
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil
-
Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah
-
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
-
Turun ke Posko dan SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng Berjalan Lancar
-
Siapa ANH? Pria yang Ditetapkan Sebagai Tersangka karena Bawa Bom Molotov saat Demo 12 Juni
-
Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik