Suara.com - Sebanyak 6.000 petugas polisi spesialis siap dikerahkan untuk menangani kerusuhan yang dipicu oleh kelompok sayap kanan setelah pembunuhan tiga anak di Inggris.
Kerusuhan ini telah berlangsung selama tujuh hari berturut-turut. Eenam orang ditangkap dan beberapa petugas polisi terluka ketika mereka diserang oleh perusuh yang melemparkan batu bata dan kembang api di Plymouth, Inggris selatan pada Senin.
Polisi di Belfast, Irlandia Utara, juga diserang saat perusuh mencoba membakar sebuah toko milik warga negara asing.
Kerusuhan pecah pada hari Selasa lalu setelah tiga anak tewas dalam serangan penusukan di kelas dansa bertema Taylor Swift di Southport, Inggris barat laut. Sejak itu, kerusuhan telah terjadi di beberapa kota dan kota kecil, menyebabkan ratusan penangkapan.
Rumor palsu awalnya menyebar di media sosial yang menyatakan pelaku adalah seorang pencari suaka Muslim. Tersangka kemudian diidentifikasi sebagai Axel Rudakubana, seorang remaja 17 tahun yang lahir di Wales.
Media Inggris melaporkan bahwa orang tuanya berasal dari Rwanda, yang memiliki populasi Muslim yang sangat sedikit. Namun, hal tersebut tidak menghentikan para perusuh untuk menargetkan masjid.
Terkait hal itu, pemerintah telah menawarkan keamanan darurat baru untuk tempat ibadah Islam. Sementara di Burnley, Inggris barat laut, investigasi kejahatan kebencian sedang dilakukan setelah batu nisan di bagian pemakaman Muslim dirusak dengan cat abu-abu.
"Apa jenis individu jahat yang melakukan tindakan keji seperti ini, di tempat sakral untuk refleksi, tempat orang-orang tercinta dimakamkan, semata-mata untuk memprovokasi ketegangan rasial?" kata anggota dewan lokal Afrasiab Anwar.
Sementara itu, sekelompok pria yang berkumpul di Birmingham, Inggris tengah, untuk melawan demonstrasi sayap kanan yang dikabarkan, memaksa seorang reporter Sky News berhenti siaran sambil meneriakkan "Bebaskan Palestina". Dia kemudian diikuti oleh seorang pria berbalaclava yang membawa pisau.
Baca Juga: Habis Turun Kasta, Berapa Besar Peluang Elkan Baggott Membawa Blackpool Promosi ke Premiere League?
Seorang reporter lain mengatakan dia dikejar oleh anggota kelompok dengan sesuatu yang tampak seperti senjata, sementara polisi mengatakan telah terjadi insiden kerusakan kriminal terhadap sebuah pub dan mobil.
Menteri Kehakiman Heidi Alexander mengatakan kepada BBC Radio 4 pada hari Selasa bahwa pemerintah telah menyediakan 500 tempat penjara tambahan dan merekrut 6.000 petugas polisi spesialis untuk menangani kekerasan yang sedang berlangsung.
“Kami akan memastikan bahwa siapa pun yang dijatuhi hukuman penjara akibat kerusuhan dan kekacauan ini, akan ada tempat penjara menunggu mereka,” katanya.
Massa melempar batu bata dan suar, menyerang polisi, membakar dan menjarah toko, menghancurkan jendela mobil dan rumah, serta menargetkan setidaknya dua hotel yang menampung pencari suaka di sejumlah kota pada akhir pekan.
Berita Terkait
-
Habis Turun Kasta, Berapa Besar Peluang Elkan Baggott Membawa Blackpool Promosi ke Premiere League?
-
Jejak Kriminal The Muckers Hooligan Klub Anyar Elkan Baggott: Pendukung Neo Nazi
-
Rekam Jejak Nahid Islam, Sosok Mahasiswa di Balik Jatuhnya Kekuasaan PM Bangladesh
-
Here We Go! Elkan Baggott Bicara Debut di Klub Baru Liga Inggris: Akhirnya Bisa Berada di...
-
Sah! Jadwal Pertandingan Elkan Baggott Blackpool vs Crawley Town Liga Inggris, Wajib Nonton!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan
-
Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama